Prioritaskan Anggaran SDM

Republika, halaman 5

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, penguatan dan pengembangan sumber daya manusia bagi lembaga pendidikan tinggi merupakan suatu keniscayaan. Ini karena lembaga Pendidikan bersifat unik. Karena itu, seharusnya anggaran terkait dengan sumber daya manusia bersifat dominan dalam belanja rutin perguruan tinggi, termasuk untuk mendorong studi lanjut ke jenjang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Edy mengatakan, lulusan perguruan tinggi dipersiapkan untuk langsung masuk ke dunia kerja yang persaingannya semakin ketat. Mereka harus memiliki kompetensi keilmuan dan juga kepribadian yang baik untuk bisa bekerja dan berkarier dengan baik.

Karena itu, dosennya pun harus memiliki kompetensi yang tinggi serta mengikuti perkembangan yang ada. Dengan filosofi yang demikian maka berbagai program dan stimulus harus diberikan supaya dosen berminat menambah pengetahuannya dan berkarya, baik dalam bidang penelitian juga pengabdian masyarakat.

Karena itu, penganggaran untuk pengembangan SDM harus mendapat prioritas dan dosen diberi insentif menarik untuk mengembangkan diri dan melahirkan karya-karya akademiknya.

Langkah demikian diperlukan agar dalam menghadapi persaingan yang ketat PT bisa eksis dan lulusannya memiliki keunggulan agar mampu bersaing dan terserap dalam dunia kerja, mengingat sangat kompetitifnya persaingan antar tenaga kerja, termasuk pesaing dari tenaga terdidik dari Negara lain.

Berdasarkan salah satu hasil survey menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan keenam sebagai Negara favorit bagi ekspatriat untuk mencari kerja. Tidak mengherankan jika tenaga kerja asing yang ada di Indonesia jumlahnya cukup signifikan.

Prioritize HR Budget

Republika, page 5

Chairman of the Indonesian Higher Education Association (APTISI) Prof Edy Suandi Hamid said, strengthening and development of human resources for higher education institutions is a necessity.   This is because educational institutions are unique in nature.   Therefore, the budget involving human resources is characteristically dominant in higher education routine expenditure, including encouraging further education to a higher level.

Furthermore, Edy said higher education graduates are prepared to immediately enter the workforce which is increasingly competitive. They must have the scientific competence and also good personality in order to work and have a good career.

Therefore, the professor/lecturer must be highly competent as well as following developments.   With such a philosophy, various programs and stimuli must be provided in order for the lecturer to be interested in increasing his/her knowledge and work, in the field of research as well as community service.

Therefore, budgeting for human resource development must be a priority and professors are given attractive incentives for self development and to give birth to their academic works.

Such a step is necessary so that in facing stiff competition, higher education institutions can exist and graduates have an edge to be able to compete and be absorbed in the workforce.   This is in consideration of the competitiveness among the workforce, including competition from educated personnel from other countries.   A survey result indicates that Indonesia is in sixth place as a favorite country for expatriates to seek work. Not surprisingly, there is a significant number of foreign workers in Indonesia.

Prioritize HR Budget

Prioritize HR Budget

 

Dana sertifikasi Guru belum Cair

Media Indonesia, halaman 11

Tunjangan sertifikasi dan dana dekonsentrsi untuk para guru selama triwulan ketiga belum cair. Pasalnya, surat keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum juga turun.

Dana sertifikasi adalah tunjangan ntuk guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sementara itu, dana dekosentrasi merupakan tunjangan untuk para guru yang berstatus non-PNS atau guru tetap yayasan (GTY).

Gunarto, Kepala SMP 1 Pringsurat, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih bermasalah dengan pemasukan data. Melalui sistem entry data, pihak operator mengirimkan feedback ang isinya meminta agar pihaknya melakukan cek ulang kualifikasi.

Gunarto mengaku biasanya setiap tiga bulan sekali menerima tunjangan sertifikasi Rp 10,2 juta, namun untuk triwulan ketiga beluma ia terima. Hal serupa juga dialami oleh Nurul Karimah, guru SMP 5 Temanggung.

Kasi Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Temanggung, Heti Winarsih, mengatakan selain tunjangan sertifikasi untuk guru PNS, tunjangan dekosentrasi untuk para guru non PNS juga belum cair. Pihaknya masih menunggu pengesahan SK dari kementerian. Besarnya sertifikasi yang diterima Rp 2,5 juga sampai Rp 4,5 juta per orang per bulan. Dan untuk dana dekosentrasi minimal Rp 1,5 juga per bulan per orang.

Di Kabupaten Klaten, terjadi polemik mengenai verifikasi tenaga honorer kategori dua (K2). Ada dugaan intervensi oleh pejabat eselon II dalam seleksi tenaga honorer tersebut seperti yang ditudingkan oleh tim verifikasi. Namun, asisten I Sekretaris Daerah Purwanto Anggono Cipto, merasa gerah dengan tudingan tersebut karena honorer K2 hanya bagian dari materi pemeriksaan, pihaknya juga masih memiliki banyak agenda lain yang harus dibahas.

Teacher Certification Fund Yet to be Disbursed

Media Indonesia, page 11

Certification allowance and deconcentration fund for teachers for the third quarter have not been disbursed. This is because the decree (SK) from the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) had not been issued.

Certification fund is an allowance for teachers who are civil servants (PNS) in status.   Meanwhile, deconcentration fund is an allowance for teachers who are non-civil servants or foundation permanent teachers (GTY).

Gunarto, Principal of junior high SMP 1 Pringsurat, said to date his party is still having trouble with data entry. Through data entry system, an operator sends feedback containing request for him to conduct qualification re-check. Gunarto claims that usually every three months he receives certification allowance to the amount of Rp 10.2 million, however he has not received (funds) for the third quarter. Nurul Karimah, teacher of SMP 5 Temanggung also had the same experience.

Education Personnel Section Head, Temanggung Regency Education Agency, Heti Winarsih said in addition to certification allowance for PNS teachers, deconcentration allowance for non-PNS has also not been disbursed. Her party is still awaiting ratification of the decree (SK) from the ministry.   The amount of certification (fund) received is Rp. 2.5 million to Rp. 4.5 million per person monthly. For deconcentration fund is a minimum of Rp. 1.5 million per person monthly.

In Klaten Regency, a polemic occurred on verification of category two (K2) honorarium personnel.     It is alleged there is intervention by an eselon II official in the selection of the honorarium personnel as alleged by the verification team.   However, Regional Secretary assistant I Purwanto Anggono Cipto, is frustrated with such allegations because honorarium K2 is only part of the examination material, there are still many other agendas to be discussed.

Teachers Certification Funds Have Yet to Disburse

Teacher Certification Fund Yet to be Disbursed

3.000 Bahasa Di Dunia Terancam Punah

http://www.bali,bisnis.com

Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (Unesco) menyebutkan sebanyak 3.000 dari 6.000 bahasa di dunia hampir punah, sebagian besar merupakan milik etnis minoritas.

Menurut Direktur Unesco wilayah Bangkok Sheldon Shaeffer, 50% hampir punah, terutama bahasa suku atau etnis minoritas. Hal tersebut diungkapkan dalam seminar internasional bertema “Penggunaan bahasa daerah/ibu untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar” yang digelar SEAMEO QITEP in Language. Sheldon mengatakan pelestarian bahasa daerah mendesak dilakukan.

Ia mengatakan dari 6.000 bahasa di dunia tersebut sebanyak 40% berstatus terancam punah dan hanya 10% yang aman.

Pengertian hampir punah adalah orang tua tidak menggunakan bahasa tersebut. Sedangkan terancam artinya bahasa dikuasai orang tua, tetapi tidak digunakan dengan anak-anak mereka.

Sheldon mengatakan punahnya sebuah bahasa akan menghilangkan identitas atau budaya tertentu. Karena itu bahasa daerah atau bahasa ibu harus dikembangkan atau dihidupkan lagi karena bahasa menyimpan sejarah, dan bahasa membantu pembelajaran.

Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Naim mengatakan pengembangan bahasa daerah di Indonesia dilakukan dengan integrasi pelajaran bahasa daerah dalam muatan lokal. Menurut Ainun, muatan lokal dengan seni dan budaya juga sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahasa daerah.

http://bali.bisnis.com/read/20140924/75/47084/3.000-bahasa-di-dunia-terancam-

3,000 languages Around the World Threatened with Extinction

http://www.bali,bisnis.com

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mentioned that 3,000 out of 6,000 languages around the world are nearly extinct. Most of the languages belonged to minority ethnics.

According to the UNESCO Bangkok Regional Office Director Sheldon Shaeffer, 50 percent of languages is nearly extinct, particularly the languages of minority tribes or ethnics. It was said in the international seminar titled “The Use of Local/Mother Language to Improve the Primary School Student’s Competency” held by SEAMEO QITEP in Language. Sheldon said the preservation of local language is urgent to undertake.

He said out of the 6,000 languages around the world, 40 percent is threatened with extinction and only 10 percent that is secure.

The definition of nearly extinct is parents do not longer use the respective language. Meanwhile threatened means the language is still mastered by the parents but it is no longer used by their children.

Sheldon said the extinction of a certain language will eliminate the identity and culture. Therefore, local or mother culture should be developed and rejuvenated since the language keep history and support learning process.

The Ministry of Education and Culture’s Secretary General Ainun Naim said the development of local language in Indonesia should be integrated with local language subject in local content. According to Ainun, in fact art and culture subject in the local content could also be utilized to develop local language.

http://bali.bisnis.com/read/20140924/75/47084/3.000-bahasa-di-dunia-terancam-

3,000 languages Around the World Threatened with Extinction

3,000 languages Around the World Threatened with Extinction

Telah terbit lima kamus bahasa Papua

http://www.antaranews.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua menerbitkan lima kamus berbahasa daerah untuk melestarikan bahasa daerah yang hampir punah.

Kepala Seksi Pembinaan Kesenian Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeremias Koridama mengatakan, saat ini pihaknya telah menyelesaikan lima kamus bahasa daerah yaitu; Dani (Hubula)-Indonesia, Marid-Indonesia, Biak-Indonesia, Waropen-Indonesia, dan Sentani-indonesia.
Ia mengatakan hal itu saat seminar internasional dengan topik penggunaan bahasa daerah/ibu untuk meningkatkan kompetensi siswa SD di Indonesia.

Penerbitan beberapa kamus itu, menurut dia, untuk menyelamatkan bahasa daerah alias bahasa ibu di Papua yang hampir punah.

Menurut Jeremias, masyarakat Papua sudah tidak lagi menggunakan bahasa ibu, baik di kota-kota maupun di daerah pedalaman.

Ia menjelaskan orang Papua yang mengerti bahasa daerah hanya dapat di temui di daerah pedalaman. Bahkan yang mahir menggunakan bahasa daerah yaitu mereka yang telah berusia 40 tahun ke atas.

Ia menambahkan kesulitan pembuatan kamus tersebut karena di wilayah kota anak-anak yang berusia muda seperti 30 tahun sudah tidak lagi menggunakan bahasa ibu dan tidak dapat berbicara bahasa daerah mereka.

http://www.antaranews.com/berita/455165/telah-terbit-lima-kamus-bahasa-papua/