Ujian Nasional

Kompas, p 6 (1)

Artikel berjudul Ujian Nasional ini ditulis oleh M Jusuf Kalla

Orangtua, guru, pemrintah, dan anak didik mempunyai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, dan penguasaan ilmu pengetahuan generasi muda. Sebab, hanya kecerdasan dan ilmu pengetahuan itulah yang ada pengetahuan itulah yang dapat menigkatkan kemajuan  kita.

Tiga indikator dapat digunakan untuk melihat mutu pendidikan kita apakah meningkat atau menurun.

Pertama, membandingkan kondisi keadaan pendidikan kita selama 50 tahun terakhir. Materi ujian berhitung atau matematika murid SD pada tahun 1950-an begitu tinggi tingkat kesulitannya dibandingkan dengan materi tahun 2000.

Kedua, membandingkan mutu pendidikan kita dengan negara tetangga. Untuk itu, pada tahun 2002 bahan ujian Ebtanas kita bandingkan dengan ujian akhir sekolah-sekolah di Singapura, Malaysia, dan Filipina, tiga negara yang dapat dimengerti materi ujian nasionalnya karena menggunakan bahasa Inggris dan Melayu. Materi ujian nasional mereka ternyata sangat mencengangkan jauh diatas tingkat kesulitan ujian kita yang sekaligus menggambarkan kualitas pendidikan di ketiga negara tersebut.

Ketiga, membandingkan mutu lulusan setiap daerah dengan melihat tingkat kelulusan masuk ke universitas terbaik di Indonesia, seperti UI, ITB, IPB, dan UGM. Ternyata tidak banyak lulusan SMA daerah yang lulus.

Nasib pendidikan Indonesia tidak ubahnya pelompat  galah. Pada tahun 1950-an, mutu pendidikan Indonesia masih sama dengan Malaysia. Belakangan, kemapuan Malaysia meningkat.

Ketika ujian nasional diuji pada tahun 2012 di beberapa daerah di Indonesia, betapa miris melihat hasilnya. Tenyata, hanya 40 persen peserta ujian yang lulus dan selebihnya, 60 persen, tidak lulus. Standar kemudian diturunkan menjadi 4. Masih juga 30 persen murid tidak lulus. Karena itu, dalam UAN tahun 2013 standar nilai minimal terpaksa diturunkan menjadi 3,5 dan hasilnya 20 persen murid tidak lulus.

Kendala teknis pelaksanaan ujian nasional yang terjadi pada tahun 2013 adalah masalah teknis logistic.karena itu, pelu dicari solusinya mulai dariperencanaan,pelaksanaan, hingga pengawasan. Misalnya, penyederhanaan sistem logistik sehingga lebih dekat ke daerah.

Konten soal-soal ujian harus dibuat dari pusat agat tetap dijaga mutu pendidikan nasional, tetapi mencetaknya sukup di daerah seperti sistem cetak jarak jauh pada surat kabar.

Kualitas pendidik juga harus terus ditingkatkan sehingga mutu yang dihasilkan menjadi semakin baik dari tahun ke tahun demi mencapai generasi muda yang cerdas dan maju. pendidikan hari ini baru akan dicapai hasilnya setelah 10 tahun ke depan, da itu adalah milik mereka yang mau berusaha dan bekerja keras.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s