Pencairan BOS Tahun Ini Paling Parah

Republika, p 8 (2)

Artikel ini memuat wawancara Republika dengan Ketua Anggota Komisi VIII DPR, Ledia Hanifa mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Lebih dari 80 persen madrasah Ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah di Indonesia adalah sekolah swasta. Tentu guru-guru madrasah ini secara umum bukan pegawai negeri sipil, melainkan pegawai biasa. Sebagian besar digaji dari yayasan atau pengelola madrasah lainnya. Mengingat madrasah ini umumnya dibangun atas inisiatif  masyarakat, maka serng kali honor yang diterima guru sangat bergantung pada pendapatan madrasah.

Madrasah swasta itu mengandalkan bantuan operasioanal sekolah (BOS) untuk membayar tenaga pengajar. Namun pencairan dana BOS selalu telat setiap tahun. Tahun ini adalah yang paling parah. Keterlambatan pencairan dana ini menyebabkan tertundanya pembayaran honor guru.

Guru-guru di madrasah yang berstatus negeri pun bukan berarti tanpa masalah. Ini dapat dilihat dari pengurusan  sertifikasi mereka yang sering kali terhambat karena Nomor Registrasi Guru (NRG) dari Kemendikbud dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dari Kemenag yang tidak matching.

Karena sistem pendataan Kemendibud dan Kemenag tidak saling terintegrasi. Instansi vertikal Kemenag sepertinya kesulitan membuat data terpusat. Jadi, hal ini harus diperbaiki.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s