Lakukan Percepatan Keaksaraan di Belu

Kompas, p 22

Sekolah dengan murid sebanyak 313 orang dari kelas 1 sampai kelas VI ini masih mempertahankan budaya lokal. Karena itu, setiap ada pementasan kesenian daerah, siswa selalu ditunjuk menjadi duta sekolah di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Belu Remiques mengakui ada perbedaan signifikan antara sekolah yang sebagian gurunya mendapatkan pelatihan dan sekolah dengan sistem pembelajaran konvensional.

Pada sekolah konvensional, kata Remiques, guru menjadi pusat pembelajaran dan sumber informasi bagi murid. Hubungan antara guru dan murid searah sehingga kemampuan murid tergantung kemampuan guru di kelas. Anak didik cenderung pasif dan menunggu perintah sang guru. Sebaliknya, setelah guru mendapat pelatihan melalui master training dari Save the Children, cara menghadapi anak didik pun berubah.

Save the Children juga melakuakn monitoring dan evaluasi secara acak untuk melihat implementasi ataupun program yang terkait dengan peningkatan mutu PAUD dan SD serta peningkatan partisipasi dan dukungan masyarakat ataupun pemerintah terhadap pendidikan. Untuk menunjang kegiatan itu, Save the Children melakukan renovasi atau pembangun 23 PAUD/SD. Disamping itu, diberikan juga alat peraga edukatif serta permainan dalam dan luar bagi 33 PAUD dan taman kanak-kanak (TK).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s