Kelas Inspirasi Kian Menjamur

Republika, halaman 5

Kelas Inspirasi (KI) yang banyak memberikan motivasi, inspirasi, dan membuka cakrawala pikir siswa kini kian menjamur. Kelas-kelas inspirasi ini terus merambah ke lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non-formal.

KI pertama kali diselenggarakan pada 2012. Saat itu, baru Jakarta yang melakukannya menyusul lima kota besar lain pada 2013, termasuk diantaranya Surabaya. Dari sinilah cikal bakal munculnya kelas Inspirasi Jawa Timur (KI Jatim).

Salah satu profesi yang diperkenalkan dalam KI yakni penulis. Penulis Diana AV Sasa mengatakan, tak banyak siswa yang mengetahui bahwa penulis merupakan salah satu alternatif profesi di antara sekian banyak pekerjaan yang ada seperti dokter, polisi, dan sebagainya.

Penulis adalah pekerjaan yang dekat dengan aktivitas membaca. Para penulis pun bisa menggantungkan hidupnya dari penghasilan menulis. Set Wahyudi adalah satu contohnya, dimana dia bisa kuliah sampai lulus pascasarjana dari penghasilan menulis.

Koordinator KI Surabaya 3 Nadia Chrisanti mengatakan, terdapat 160 profesional akan menginspirasi ribuan siswa pada Hari Inspirasi Jatim yang akan digelar Senin (29/9), diantaranya jurnalis, akunting, insinyur, direktur, arsitek, dokter, PNS, pelukis, hingga pemadam kebakaran. Mereka akan tampil di 50 SD yang tersebar di Surabaya. Setiap sekolah akan diinspirasi oleh tiga hingga empat relawan pengajar, satu fotografer, dan satu fasilitator.

Selain Surabaya, KI juga akan digelar serentak di 26 kabupaten/kota lain di Jatim, antara lain Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Bawean, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Trenggalek, dan Tuban. KI menjadi bukti bahwa Indonesia masih mempunyai anak bangsa yang peduli pada masa depan negerinya.

Inspiration Classes Ever Mushrooming

Republika, page 5

Inspiration Classes (KI) that provide much motivation, inspiration, and open student thinking horizons increasingly mushroom.   These inspiration classes continue to venture into formal as well as non-formal education institutions.

KI was first held in 2012. At the time, only Jakarta held it followed by five other major cities in 2013, including Surabaya.  This was the forerunner of East Java Inspiration Classes (KI Jatim).

One of the professions introduced in KI is a writer.   Writer Diana AV Sasa said, not many students know that a writer is one of the alternative professions among the many jobs available such as being a doctor, a police officer, etcetera.

A writer/author is a profession that is close to the activity of reading.   Writers/authors can rely on writing for their livelihood.  Set Wahyudi is an example, of which he could complete his postgraduate studies from earnings as writer.

KI Surabaya 3 Coordinator Nadia Chrisanti said there are 160 professionals to inspire thousands of students on East Java Inspiration Day or Hari Inspirasi Jatim to be held Monday (29/9), among them are journalists, accountants, engineers, architects, doctors, civil servants (PNS), painters, to fire fighters.   They will appear in 50 primary schools (SD) spread in Surabaya.  Each school will be inspired by three to four teacher volunteers, one photographer, and one facilitator.

In addition to Surabaya, KI will also be held simultaneously in 26 other regencies/ cities in East Java, among them are Bangkalan, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Bawean, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Trenggalek, and Tuban. KI is evidence that Indonesia still has people who care for the future of their country.

Inspiration Classes Ever Mushrooming

Inspiration Classes Ever Mushrooming

Pendidikan Kewirausahaan Munculkan Kreativitas

Kompas. page 11

Pendidikan kewirausahaan yang diberikan kepada siswa bukan hanya membekali mereka dengan keterampilan agar siap mandiri saat lulus, melainkan juga mendorong munculnya ide kreatif siswa dan inovasi dalam menciptakan produk atau jasa. Selain itu, juga mengasah kepemimpinan di dalam diri siswa.

Terkait hal itu, para siswa yang akan mewakili Indonesia di kompetisi kewirausahaan pelajar Asia Pasifik diterima Wakil Presiden Boediono, di Jakarta, Rabu (24/9). Dalam kesempatan itu, Boediono menyampaikan pentingnya pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda.

Siswa SMKN 2 Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendirikan perusahaan siswa Confident dengan produk sepatu yang dapat dibolak-balik. Mereka mewakili Indonesia di ajang Asia Pacific Junior Achievement Company of The Year Competetition 2015, di Bangkok, Thailand. Program pendirian perusahaan siswa di SMKN 2 Depok, Sleman, didukung GE Lighting Indonesia.

Rizky Wijayanti, siswi SMKN 2 Depok, Sleman, yang menjadi presiden direktur perusahaan siswa di sekolahnya mengatakan, pendidikan kewirausahaan tersebut mendorong dirinya untuk belajar soal kepemimpinan dan menjadi orang profesional.

Direktur Sumber Daya Manusia GE Indonesia Caecilia Adinoto mengatakan, melalui program tersebut diharapkan kemandirian dan kepemimpinan di dalam diri generasi muda Indonesia bisa terbentuk.

Entrepreneurship Education Raises Creativity

Kompas, page 11

Entrepreneurship education given to students not only equips them with skills to prepare them to be self-reliant upon graduation, but also to encourage the appearance of student creative ideas and innovation in creating products or services. In addition, also to hone student leadership.

Related to that, students to represent Indonesia in the Asia Pacific student entrepreneurship competition were received by Vice President Boediono, in Jakarta, Wednesday (24/9).  At that opportunity, Boediono conveyed the importance of entrepreneurship education for the young generation.

Students of vocational high school SMKN 2 Depok, Sleman, Special Region Yogyakarta, established a student company (named) Confident with reversible shoe products. They represent Indonesia in the Asia Pacific Junior Achievement Company of The Year Competition 2015 in Bangkok, Thailand.  Establishment of the student company in SMKN 2 Depok, Sleman, is supported by GE Lighting Indonesia.

Rizky Wijayanti, student of SMKN 2 Depok, Sleman, who is the president director of the student company in her school, said entrepreneurship education encourages herself to learn about leadership and (how) to become a professional.

GE Indonesia Human Resource Director Caecilia Adinoto said, through such a program it is expected that self-reliance and leadership in Indonesia’s young generation could be formed.

Entrepreneurship Education Raises Creativity

Entrepreneurship Education Raises Creativity

Sanksi Blacklist Jangan Hambat Distribusi Buku

Media Indonesia, halaman 13

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta sanksi yang diberikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) kepada penyedia atau percetakan tidak menghambat pengadaan dan distribusi buku ajar kurikulum semester II atau berikutnya.

Koordinator Monitoring dan Pelayanan Public ICW Febri Hendri mengatakan, perlu diperhatikan apakah sanksi itu berakibat pada penundaan percetakan buku ajar kurikulum 2013 semester mendatang atau tidak. Sebelumnya LKPP masih enggan membeberkan percekatakan pemenang tender yang diberi sanksi terkait dengan keterlambatan distribusi buku ajar ke sekolah-sekolah.

Menurut Febri, berdasarkan catatan ICW, selama satu semester, penyedia harus mencetak 250 juta buku. Sementara itu, kapasitas produksi seluruh perusahan percetakan hanya 3,1 juta buku per hari. Jadi, lanjut Febri, jangan sampai sanksi justru akan membuat kapastias produksinya lebih rendah serta berakibat pada tertundanya pula buku untuk semester II ke setiap sekolah.

Koordinator Konsorsium PT. Intermasa (salah satu penyedia buku ajar kurikulum 2013 ) Imron Rosadi mempertanyakan rencana sanksi blacklist oleh LKPP. Imron mempertayakan dasar sanksi tersebut. Apabila penyedia dikenakan sanksi, justru pencetakan buku semester II akan terancam tidak selesai lantaran pencetaknya berkurang.

Blacklist Sanction Should Not Hamper Book Distribution

Media Indonesia, page 13

Indonesia Corruption Watch (ICW) asked for the sanction imposed by the Government Goods/ Services Procurement Policy Agency (LKPP) to providers or printing companies not hamper procurement and distribution of curriculum semester II textbooks and beyond.

ICW Coordinator of Monitoring and Public Service Febri Hendri said to note whether or not the sanction results in the postponement of the printing of curriculum 2013 textbooks for the coming semesters.    Previously, LKPP is still reluctant in revealing the winning bidder printing companies imposed sanctions in relation to the late distribution of textbooks to schools.

According to Febri, based on ICW notes, within one semester, the provider must print 250 million books.    Meanwhile, production capacity of all printing companies is only 3.1 million books per day.   So, further Febri, do not let the sanction actually lower production capacity as well as resulting in the delay of books for semester II to every school.

Consortium Coordinator of PT. Intermasa (one of the curriculum 2013 textbook providers) Imron Rosadi questioned LKPP’s blacklisting plan.   Imron questioned the basis for such sanction.    If the provider is imposed sanction, it would actually threaten semester II book printing from completion because the number of printing companies are reduced.

Blacklist Sanctions Do Not Hinder Book Distribution

Blacklist Sanction Should Not Hamper Book Distribution

Pendidikan Kunci Pembangunan

Kompas, halaman 12

Pendidikan kunci penting untuk mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan haruslah memenuhi hak dasar warga negara yang akan berguna dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan.

Seruan menjadikan pendidikan sebagai kunci pembangunan berkelanjutan disiapkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) terkait akan berakhirnya Tujuan Pembangunan Milenium pada 2015. Dalam buklet Laporan Pengawasan Global Pendidikan Untuk Semua, UNESCO, pekan ini, dinyatakan bahwa pendidikan berhubungan dengan banyak aspek pembangunan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam laporan itu mengungkapkan, pendidikan merupakan hak dasar dan basis dari kemajuan setiap negara. Tantangan untuk mengentaskan orang dari kemiskinan, menghadapi perubahan iklim, dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kemitraan semua pihak. Melalui kemitraan, kepemimpinan, dan investasi dalam pendidikan, kita dapat mengubah hidup individu, ekonomi nasional, dan dunia.

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova mengatakan, bukti menunjukan bahwa pendidikan menyelamatkan hidup dan mentransformasi hidup. Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meyakini, pendidikan sebagai kunci peningkatan pembangunan. Pendidikan merupakan sektor yang harus terus didukung baik dari segi anggaran maupun segi kebijakan.