Penerima Bidikmisi Diminta Ikut Berjuang Kurangi Kemiskinan

Media Indonesia, halaman 8

Presiden Susilo Bambang Sudhoyono mengatakan, ada dua jalur kebijkan untuk mengurangi kemiskinan disemua komunitas, dengan meningkatkan perekonomian. Jalur kedua adalah dengan membantu anak-anak dari warga miskin untuk bersekolah dengan membuat kebijakan khusus seperti Bidikmisi, Kamis (27/2).

Presiden berharap para penerima bantuan Bidikmisi mampu menebus apa yang sudah Negara berikan, untuk berjuang mengurangi kemiskinan.

Program Bidikmisi ada untuk mendukung semua biaya pendidikan para siswa miskin, guna melanjutkan di perguruan tinggi. Tidak hanya membebaskan biaya pendidikan, juga mendaptkan biaya hidup untuk mendukung pendidikannya.

Advertisements

Bidikmisi recipients asked to take part in reducing poverty

Media Indonesia, page 8

President Susilo Bambang Sudhoyono said, Thursday (2/27) that there are two policies in reducing poverty at all communities: first, improving the economy and, second, helping children from poor families to have good education via special policies such as Bidikmisi.

The president expected that Bidikmisi recipients will be able to recompense what the State has given by fighting against poverty.

Bidikmisi program is made available to provide education funds for students from poor families so that they can continue their studies to universities. Bidikmisi not only frees the students from registration fees and tuitions but also covers their costs of living.

Bidikmisi recipients asked to take part in reducing poverty

Bidikmisi recipients asked to take part in reducing poverty

Daerah Terpencil Terima Soal UN Akhir Maret.

Republika, halaman 7

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menargetkan provinsi ata kabupaten/kota paling jauh sudah menerima soal ujian UN pada akhir Maret 2014. Dia pun memastikan pelaksanaan UN tahun ini tidak akan sekacau tahun lalu.

Nuh mengatakan, hal krusial dalam menyiapkan naskah soal UN tidak hanya terkait kerahasiaan, tapi juga ketepatan waktu mencetak serta distribusi naskah soal hingga ke lokasi ujian. Dia menambahkan, dengan hasil evaluasi pelaksanaan UN tahun lalu, persiapan UN kali ini ditata ulang.

Remote Regions to Receive UN Questions Late March

Republika, page 7

The Minister of Education and Cultures (Mendikbud) M Nuh has set target that the far-flung regions will have received the National Examination (UN) question by late March 2014. He also ensured that this year’s National Examination will not be as chaotic as that of the previous year.

Nuh said that the crucial things in preparing the UN questions are not only their confidentiality but also punctuality in printing and distributing them to examination location.  He added that this year’s management of UN will be rearranged based on the evaluation to the last year’s UN.

Remote Regions to Receive UN Questions Late March

Remote Regions to Receive UN Questions Late March

Presiden: Perluas Jangkauan Bidikmisi

Kompas, halaman 12

Jangkauan wilayah program beasiswa Bidikmisi dan jumlah mahasiswa penerima akan ditambah. Harapannya, kualitas sumber daya manusia dan daya saing Indonesia akan meningkat melalui langkah tersebut.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan Mendikbud dan menteri terkait, sejalan dengan anggaran pendidikan, untuk memperbanyak dan memperluas jangkauan program Bidikmisi.

Skema dukungan biaya Bidikmisi tidak hanya membebaskan mahasiswa dari biaya pendaftaran dan biaya kuliah, tetapi juga bantuan biaya hidup dan pendampingan akademik. Data Kemdikbud, hingga tahun 2013, dukungan biaya pendidkan Bidikmisi sudah diberikan kepada 149.766 mahasiswa di 98 PTN dan 590 PTS.

Yudhoyono menambahkan, program Bidikmisi diharapkan turut mengurangi jumlah pengangguran dan memperbaiki kehidupan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

President: Broaden the Reach of Bidikmisi

Kompas page 12

The reach of Bidikmisi scholarship programs will be broadened and the number of scholarship recipients will be increased.  The program will hopefully improve quality and competitiveness of Indonesian human resources.

President Susilo Bambang Yudhoyono instructed the Minister of Education and Culture and other relevant Ministers to expand and broaden the reach of the Bidikmisi program.

The Bidikmisi scheme not only frees the students from registration fees and tuitions but also covers their costs of living and academic mentoring. Until 2013, according to data in Kemdikbud, Bidikmisi has supported some 149,766 students at 98 state universities and 590 private universities.

Yudhoyono added that Bidikmisi will hopefully provide a contribution to reduce unemployment and to improve life qualities of students from poor families.

President: Broaden the Reach of Bidikmisi

President: Broaden the Reach of Bidikmisi

Dana Abadi Pendidikan Dihentikan

Seputar Indonesia, halaman 16

Pemerintah tahun ini menghentikan kucuran APBN untuk dana abadi pendidikan. Padahal dana tersebut digunakan untuk beasiswa, penelitian, dan dana pendidikan di daerah bencana.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Menddikbud) M Nuh mengakui, tahun ini tidak ada dana APBN yang disisihkan untuk dana abadi pendidikan karena yang ada saaat ini, Rp 16 triliun, masih mencukupi. Mahasiswa Bidikmisi tidak perlu khawatir karena pemerintah masih mengalokasikan dari daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kemendikbud.

Dana abadi pendidikan mulai ada sejak diturunkannya anggaran fungsi pendidikan sebesar 20% pada 2010. Dana ini dikelola oleh lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) di bawah Kemendikbud dan Kemenkeu.

Lebih lanjut, M Nuh menjelaskan, Pemerintah pada 2013 mulai mengucurkan dana tersebut untuk beasiswa S-2 dan S-3, anggaran ini digunakan untuk penelitian dan biaya pendidikan di daerah yang terkena bencana.

Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana LPDP M Mahdum mengungkapkan,  LPDP akan tetap meminta kucuran dana abadi pendidikan untuk periode 2015 dan selanjutnya. Kebutuhan yang diperlukan LPDP untuk membiayai kegiatan beasiswa, riset, dan rehabilitasi sekolahrusak hingga saat ini sekitar Rp.560 miliar. Selama 2013 ada 1.555 orang mendapatkan beasiswa untuk memulai studi S-2 dan S-3 di dalam dan luar negeri.

Anggota komisi X DPR Tubagus Dedi Gumelar berpendapat, jangan sampai alokasi dana pendidikan dipakai untuk Pemilu.