Ahok: Program KJP Tahun ini Lebih Efisien

http://www.thejakartapost.com

Meskipun mendapatkan protes dari warga, Gubernur DKI Jakarta, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama menyatakan bahwa program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahun ini lebih efektif dan lebih tepat sasaran dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan program KJP tahun ini terlihat perubahan yang cukup signifikan dari tahun lalu karena kartu tersebut sekarang berfungsi sebagai kartu debit. Siswa SMP dan SMA penerima KJP hanya dapat menarik uang tunai maksimum Rp. 50.000 dalam setiap minggunya. Maksimum penarikan uang bagi siswa SD Rp. 50.000 setiap dua minggu. Dengan demikian, hanya kebutuhan sekolah yang bisa dibeli melalui transaksi non-tunai.

Pada sistem KJP sebelumnya, penerima langsung bisa menarik semua dana yang mereka terima. Namun, pemerintah provinsi menerima laporan bahwa uang itu disalahgunakan oleh orang tua penerima.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Zulfarshah mengatakan, bahwa pihaknya telah mencatat transaksi non-tunai sebesar Rp. 8 miliar di toko-toko buku yang dilakukan oleh penerima KJP sejak Senin (27/7).

Advertisements

KJP Program More Efficient this Year: Ahok

http://www.thejakartapost.com

Despite protests from residents, Governor Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama has stated that this year’s Jakarta Smart Card (KJP) program is more effective and more on-target compared to previous years.

This year’s KJP program has seen significant changes from last year because the cards now function as debit cards. Junior high and senior high school KJP recipients may only withdraw cash to a maximum of Rp. 50,000 (US$3.68) every week, and elementary school students to a maximum Rp. 50,000 every two weeks. Thus, only school necessities could be purchased, and only through cashless transaction.

In the previous system, recipients could directly withdraw all the funds that they received. The city administration, however, received reports that the money was being misused by the recipients’ parents.

City-owned lender Bank DKI corporate secretary Zulfarshah said that the city had recorded Rp 8 billion in cashless transactions in book stores by KJP recipients since Monday.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/01/greater-jakarta-kjp-program-more-efficient-year-ahok.html

jakposCom_KJP Program More Efficient this Year_Ahok

16 Ribu Pekerja Anak Akan Dikembalikan ke Sekolah

Indopos, halaman 3

Sedikitnya 16 ribu pekerja anak akan ditarik oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemanker). Ini adalah salah satu program Kemenaker tahun 2015 dalam rangka pengurangan pekerja anak dan membebaskan anak dari eksploitasi dari sisi ekonomi.

Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri, kemarin (31/7) menyerahkan paket peralatan sekolah dan uang saku kepada 1.350 pekerja anak dalam rangka mendukung program Perlindungan pekerja anak (PPA) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Target atau sasaran penarikan 16.000 pekerja anak tersebut tersebar di 24 propinsi dan 138 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Rincian pekrja yang mendapatkan bantuan adalah 53 anak SD, 349 anak SMP, 362 anak SMA, 122 anak Kerja Paket A, 255 anak Kejar Paket B, 136 anak Kejar Paket C, 16 anak pondok pesantren, 55 anak peserta keterampilan, dan 2 orang yang belum terfasilitasi.

Hanif mengungkapkan, sedikitnya sebanyak 64,055 anak telah dikembalikan ke satuan pendidikan sejak tahun 2008. Sebelum pekerja anak tersebut ditarik, terlebih dahulu ditempatkan sementara di rumah (shelter) untuk mendapatkan pendampingan khusus dan masa pembinaan.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 1,7 juta pekerja anak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 400.000 orang pekerja anak yang terpaksa bekerja untuk pekerjaan-pekerjaan yang terburuk dan berbahaya, seperti perbudakan, pelacuran, pornografi dan perjudian, pelibatan pada narkoba, dan pekerjaan berbahaya lainnya.

16 Thousand Child Workers to be Sent Back to Schools

Indopos, page 3

At least 16 thousand child workers will be withdrawn from their employments by the Manpower Ministry. It is one of the ministry’s programs in 2015 to reduce the child labor incidence and to free children from various forms of economic exploitation.

Manpower Minister Hanif Dhakiri on yesterday (7/31) delivered stationaries and pocket money to 1,350 child workers from 11 regencies and cities in Central Java Province in order to support the Child Labor Protection Program (PPA) and the Hopeful Family Program (PKSH).

The details of child workers who received the assistance are 53 elementary school students, 349 junior high school students, 362 senior high school students, 122 Package A Learning Group students, 255 Package B Learning Group students, 55 skill training participants and 2 children who are not facilitated   yet. Overall, the 16,000 child worker withdrawals will be carried out in 24 provinces and 138 regencies/cities across Indonesia.

Hanif asserted at least 64,055 students had been sent back to schools since 2008. Prior to the withdrawal, the child workers were accommodated in shelters to get special mentoring and self-development.

Nowadays, it is estimated that there are 1.7 million child workers across Indonesia. Out of the total number, around 400,000 child workers are forced to work in the worst and most dangerous forms of employment such as slavery, prostitute, pornography and gambling, involvement in drugs and narcotics and other worst forms of employment.

IP_16 Ribu Pekerja Anak Akan Dikembalikan ke Sekolah

PTS Diminta Kreatif Berinovasi

Media Indonesia, halaman 13

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendorong setiap perguruan tinggi swasta (PTS) untuk bisa menghasilkan riset berkualitas. Pasalnya, hingga saat ini belum banyak PTS yang mampu menelurkan hasil-hasil penelitian berkualitas.

Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristek Dikti Paulina Pannen mengatakan, secara umum saat ini perguruan tinggi di Tanah Air, baik swasta maupun negeri, beluma ada yang menembus 500 besar perguruan tinggi terbaik di dunia (world class university). Salah satu cara untuk menembus 500 besar perguruan tinggi terbaik dunia adalah dengan kreatif berinovasi. Pemerintah meminta semua perguruan tinggi termasuk PTS agar kreatif menciptakan inovasi dalam penelitian sehingga bisa bermutu.

Sesuai dengan amanat Perpres No 13/2015 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kemenristek Dikti, bahwa ujung tombak keberhasilan pendidikan tinggi di Indonesia salah satunya adalah riset dan pengembangannya. Oleh sebab itu, ada tiga faktor yang menentukan tercapainya renstra tersebut, yaitu perguruan tinggi melihat ke dalam internalnya apakah sudah memenuhi standar atau belum. Kedua, inovasi yang dihasilkan apa saja. Ketiga, inovasi tersebut jangan cuma sampai di kampus saja, tapi juga hingga mancanegara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti M Dimyati mengatakan, untuk mengembangkan hasil riset yang sudah ada diperlukan anggaran yang sesuai. Pemerintah tidak bisa sendiri dalam penyediaan anggaran. Perlu melibatkan pihak swasta agar anggaran dapat terpenuhi. Pihaknya pun akan mendorong swasta agar bekerjasama untuk memanfaatkan hasil riset, sebaliknya perguruan tinggi diupayakan agar terus meningkatkan mutu penelitian mereka. Sehingga, ada timbal balik antara kedua belah pihak.

Private Universities Urged to Innovate Creatively

Media Indonesia, page 13

The Research, Technology and Higher Education Ministry encourages privately-managed universities to carry out high-quality researchers. Insofar, the number of private universities those are able to produce high-quality research reports remains limited.

The ministry’s expert staff for academic affairs Paulina Pannen said in general Indonesian universities, both state and private universities, are not able yet to penetrate the league of 500 best universities around the world (world class university). One of the ways to do so is by innovating creatively. Accordingly, the government urged all universities, including private universities, to innovate creatively to result in high-quality researches.

In accordance with the mandate of the Presidential Decree No. 13/2015 on the Research, Technology and Higher Education Ministry’s Strategic Plan, the success of Indonesia’s higher education strongly relies on research and its development. Regarding the mandate, there are three factors which determine the strategic plan’s accomplishment. First, universities must assess internally whether they already meet the required standards or not. Second, types of innovation which have been produced. Third, the innovation outreach which is not only evident at the university level but also until the global level.

Meanwhile the ministry’s Research Strengthening and Development Director General M Dimyati said to further develop the existing research results the adequate amount of fund was needed. The government cannot do it exclusively. Instead, it must involve private sector to meet the financial needs.

The ministry will encourage the private sector to utilize the existing research results while universities must improve their research quality continuously. By doing so, mutual collaborations between the two parties can be undertaken.

MI_pts diminta kreatif berinovasi

Papua Kirim Guru Sekolah ke Australia

http://www.antaranews.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat akan mengirimkan sejumlah guru untuk mengikuti sekolah manajemen kepala sekolah (kepsek) di Universitas Sunshine Coast Australia tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda, di Jayapura, Senin, mengatakan pelatihan atau sekolah manajemen ini bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan bagi kepsek dan wakil kepala sekolah di wilayahnya. Menurut Elias, pengiriman pelatihan kepala sekolah ke Australia ini sesuai dengan permintaan baik dari tingkat SMA maupun SMK di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua.

Elias menjelaskan pengiriman guru untuk bersekolah manajemen ini akan dilakukan secara bertahap, dimana setiap kali pengiriman akan diutus 30 orang. Sebelum para guru ini dikirim ke Australia, guru akan terlebih dahulu diikutsertakan dalam program kursus bahasa Inggris.

Dia menuturkan program ini merupakan kerjasama kemitraan dengan Universitas Sunshine Coast Australia dan sudah berjalan mulai dari 2014, berakhir pada 2016. Program kerjasama dengan Universitas Sunshine Coast Australia ini difokuskan pada penguatan kapasitas guru dengan sasaran guru-guru kepsek.