IAIN Palu Becomes Center for Classical Islamic Studies

www.antaranews.com

Palu’s State Islamic Institute (IAIN Palu) launched the vision to be an excellent Islamic university in classical Islamic studies and have the same level of quality with other universities in Indonesia. It was asserted by IAIN Palu Rector Prof. Dr. H Zainal Abidin. According to him, the IAIN Palu’s learning development model would refer to the vision.

He explained the classical Islamic studies did not solely talk about fiqih or Islamic law but also philosophy, theology, education, health, economics, sect comparison and justice. To do so, the university will provide the laboratories of classical Islamic studies at the faculty level for all departments.

Zainal added the classical Islamic studies was the embryo of thought and science which would be scrutinized and developed based on current contexts. By conducting the classical Islamic studies, in the future Islam will provide solutions for the differences of view and belief within society.

Link: http://www.antaranews.com/berita/515041/iain-palu-pusat-kajian-islam-klasik

IAIN Palu Becomes Center for Classical Islamic Studies

IAIN Palu Becomes Center for Classical Islamic Studies

Advertisements

Tahun ini Kemristekdikti Butuh 10.000 Dosen Baru

www.antaranews.com

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tahun ini mengajukan penerimaan 10.000 dosen baru. Hal itu dikemukakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. Artinya jumlah dosen yang diajukan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 5.000.

Nasir mengusulkan agar ajuan ini dimasukkan kuota penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini dan menyebutkan kebutuhan tenaga dosen sangat banyak, karena saat ini jumlah perguruan tinggi sudah mencapai 3.987, baik negeri maupun swasta.

Penerimaan dosen tidak hanya diperuntukkan perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta dengan minimal pendidikan strata dua. Dia mengungkapkan saat ini dosen bergelar doktor kurang dari 15 persen. Hal tersebut akan akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi di Tanah Air.

Dia menyebutkan dosen berkualifikasi doktor menjadi kunci keberhasilan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sedangkan Kemristekdikti sendiri berupaya memberikan berbagai beasiswa untuk dosen yang ingin melanjutkan ke jenjang doktoral.

Tahun ini Kemristekdikti Butuh 10.000 Dosen Baru

www.antaranews.com

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tahun ini mengajukan penerimaan 10.000 dosen baru. Hal itu dikemukakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. Artinya jumlah dosen yang diajukan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 5.000.

Nasir mengusulkan agar ajuan ini dimasukkan kuota penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun ini dan menyebutkan kebutuhan tenaga dosen sangat banyak, karena saat ini jumlah perguruan tinggi sudah mencapai 3.987, baik negeri maupun swasta.

Penerimaan dosen tidak hanya diperuntukkan perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta dengan minimal pendidikan strata dua. Dia mengungkapkan saat ini dosen bergelar doktor kurang dari 15 persen. Hal tersebut akan akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi di Tanah Air.

Dia menyebutkan dosen berkualifikasi doktor menjadi kunci keberhasilan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sedangkan Kemristekdikti sendiri berupaya memberikan berbagai beasiswa untuk dosen yang ingin melanjutkan ke jenjang doktoral.

This Year Kemristekdikti Requires 10,000 New Lecturers

www.antaranews.com

Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemristekdikti) this year applied for admissions of 10,000 new lecturers; as stated by Minister of Research, Technology, and Higher Education Muhammad Nasir. Meaning the number of lecturers proposed increased by twice fold compared to last year, which totaled 5,000.

Nasir suggested that these proposals be included into the quota of Civil Servant Employees (PNS) admissions this year and mentioned the need for very many lecturers in a number of higher education institutions has reached 3,987, both state as well as private.

Lecturer admission is not only allocated for state higher education, but also for private universities with a minimum of strata two education. He said to date lecturers with doctoral degrees is less than 15 percent. This would impact on the Progress and quality of universities in the country.

He said lecturers with doctoral qualifications is the key to success of Indonesia in facing the ASEAN Economic Community (AEC), whereas Kemristekdikti itself seeks to provide various scholarships for lecturers who wish to continue further studies to the doctoral level.

Link: http://www.antaranews.com/berita/514859/tahun-ini-kemristekdikti-butuh-10000-dosen-baru

This Year Kemristekdikti Requires 10,000 New Lecturers

This Year Kemristekdikti Requires 10,000 New Lecturers

Iklan Rokok “Gempur” Sekolah di Makassar

Kompas, halaman 13

Penelitian sejumlah lembaga di Makassar, Sulawesi Selatan, lingkungan di sekitar sekolah di kota itu banyak terpapar iklan rokok. Paparan gencar dikhawatirkan kian menyedot generasi muda menjadi perokok pemula. Pemantauan iklan rokok di lima kota di Indonesia dilakukan Klub Jantung Remaja, Lentera Anak Indonesia, Yayasan Pengembangan Media Anak, dan Smoke-Free Agents. Lima kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Makassar, Mataram, dan Padang.

Anggota Tim Pemantau Santi Indra Astuti mengatakan, sebesar 90 persen sekolah di Makassar terpapar iklan rokok di tempat penjualan sekitar lingkungannya. Hal ini merupakan persentase tertinggi dibandingkan dengan keempat kota lainnya. Makassar juga tertinggi dalam aspek pemantauan rokok yang dijual di toko/kios dekat sekolah, mencapai 94 persen. Iklan rokok luar ruang dan pajangan rokok di Makassar masing-masing 67 persen dan 49 persen.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran meningkatkan jumlah perokok pemula di kalangan anak sekolah. Penelitian 2014, secara nasional, perokok usia 15-19 tahun sebesar 56,9 persen dari total perokok. Meningkat dari 50,7 persen dari data 2007.

Pihaknya merekomendasikan pemerintah melarang total iklan, promosi, dan sponsor. Komunitas sekolah juga diharapkan bergerak bersama membersihkan lingkungan dari segala bentuk iklan rokok.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Salam Soba mengatakan, pihaknya akan menyosialisasikan hasil pemantauan tersebut. Ia juga akan menghimbau industri rokok agar tak memasang iklan di lingkungan sekolah.

Cigarette Advertising “Attack” Schools in Makassar

Kompas, page 13

Research of a number of institutions in Makassar, South Sulawesi,   the environment around schools in that city are much exposed to cigarette advertising.   The intense exposure is feared to absorb the young generation to become novice smokers. Monitoring of cigarette advertising in five cities in Indonesia is conducted by Klub Jantung Remaja, Lentera Anak Indonesia, Yayasan Pengembangan Media Anak, and Smoke-Free Agents. The five cities are Jakarta, Bandung, Makassar, Mataram, and Padang.

Monitoring team member Santi Indra Astuti said 90 percent of schools in Makassar are exposed to cigarette advertising in retail outlets around the neighborhood.   That is the highest percentage compared to the four other cities. Makassar is also the highest in the monitoring aspect of cigarettes sold in shops/kiosks near the school, reaching 94 percent.   Outdoor cigarette advertising and cigarette displays in Makassar are respectively 67 percent and 49 percent.

Such a condition raises concern over the increasing number of novice smokers among school children. A 2014 research nationwide, smokers aged 15-19 years total 56.9 percent from the total number of smokers.   Increasing from 50.7 percent from the 2007 data.

Her party recommended the government totally ban advertisements, promotions, and sponsorships. School communities are also expected to move concertedly to clean up the environment/neighborhood from all forms of cigarette advertising.

Meanwhile, Secretary of South Sulawesi Education Agency Salam Soba said, his party would familiarize the results of the monitoring. He would also appeal to the cigarette industry to not install advertising in the school environment.

Cigarette Advertising “Attack” Schools in Makassar

Cigarette Advertising “Attack” Schools in Makassar

Bantuan PAUD Ditingkatkan

Kompas, halaman 11

Penjaminan mutu pendidikan anak usia dini menjadi komitmen pemerintah sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas. Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan bantuan operasional tahun 2016 menjadi dua kali lipat dari tahun ini. Pada tahun ini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyediakan Bantuan Operasional untuk 74.848 lembaga, tahun depan meningkat dua kali lipat menjadi 187.700 lembaga.

Menurut Direktur Pembinaan PAUD Ella Yulaelawati, bantuan operasional PAUD dapat digunakan untuk beragam keperluan terkait kegiatan pembelajaran, mislanya untuk subsidi bantuan keringanan biaya pendaftaran peserta didik kurang mampu serta pembelian buku bacaan dan alat permainan edukatif. Bantuan diberikan Rp. 5 juta hingga Rp. 7,2 juta per tahun bergantung jumlah peserta didik di lembaga PAUD itu.

PAUD berkembang atas inisiatif masyarakat karena kesadaran orangtua meningkat atas pentingnya stimulasi pada anak usia dini. Namun, layanan PAUD yang digagas dengan kondisi seadanya oleh masyarakat itu perlu penguatan.

Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, misalnya, layanan PAUD hadir hingga di daerah terpencil atas inisiatif masyarakat. Hampir tiap dusun punya satu PAUD. Bahkan, ada kebijakan anak yang hendak masuk kelas I SD mesti memiliki surat keterangan mengikuti PAUD.

Salah satu tutor PAUD Tunas Melati di Desa Tulleng, Kabupaten Alor, Eksalina Lauleti mengatakan, meskipun ada kesepakatan dari orangtua untuk membayar Rp. 12.000 per bulan supaya dapat membantu pengembangan PAUD, nyatanya tiap bulan cuma sekitar dua orang yang membayar. Jadi, lanjut Eksalina, pihaknya mengandalkan kesukarelaan dan bagi guru, kegiatan mengajar merupakan sebuah panggilan untuk melayani.