Pemerhati: Indonesia tertinggal dalam Publikasi Ilmiah

www.thejakartapost.com

Meskipun memiliki jumlah mahasiswa yang banyak, namun perguruan tinggi Indonesia tertinggal dalam hal publikasi ilmiah dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Lemahnya kemampuan menulis dalam bahasa Inggris ditenggarai sebagai salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas publikasi ilmiah Indonesia.

Berdasarkan kutipan jurnal ilmiah Google Scholar pada tahun 2015, Universitas Gadjah Mada menempati urutan pertama di antara universitas-universitas di Indonesia yang paling banyak menerbitkan publikasi ilmiah, berjumlah 16.809 publikasi. disusul Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) masing-masing di peringkat kedua dan ketiga dengan jumlah publikasi sebanyak 13.651 dan 10.612. Namun, jumlah tersebut masih jauh di bawah universitas-universitas lainnya yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Chulalongkorn University dan Mahidol University, keduanya dari Thailand, menerbitkan masing-masing sebanyak 40.030 dan 36.948 publikasi. Dua universitas dari Malaysia, yaitu Universiti Sains Malaysia dan University of Malaya, menerbitkan masing-masing sebanyak 89.405 dan 67.971 publikasi. Sementara, Singapura menempati urutan teratas, di mana dua universitasnya, yaitu National University of Singapore dan Nanyang Technological University menerbitkan masing-masing 419.702 dan 198.105 publikasi.

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Sangkot Marzuki dalam sebuah wawancara dengan thejakartapost.com baru-baru ini mengatakan, kurangnya pengalaman dalam penerbitan jurnal ilmiah merupakan salah satu permasalahannya. Marzuki lebih lanjut mengatakan, kemampuan menulis dalam bahasa Inggris merupakan hal yang penting dalam menulis jurnal ilmiah; Namun, mahasiswa tetap harus membiasakan diri untuk mengelaborasi ide-ide mereka dan mengekspresikannya melalui tulisan.

Ketika ia ditanya apakah Indonesia saat ini memerlukan lembaga-lembaga pasca-sarjana berbahasa Inggris seperti di negara-negara Asia lainnya, Marzuki mengatakan bahwa hal itu mungkin dapat menjadi alternatif pilihan tetapi kemungkinan akan berbenturan dengan masalah nasionalisme.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2016/04/25/indonesia-lags-behind-in-scientific-publications-expert.html

Advertisements

Indonesia Lags Behind in Scientific Publications: Expert

www.thejakartapost.com

Despite their large numbers of students, Indonesian universities lag behind in scientific publications compared with other countries in Southeast Asia. Weak English-writing skills are identified as one of the causal factors of the poor quality of the country’s scientific publications.

Based on scientific journal citations by Google Scholar in 2015, the University of Gadjah Mada ranks first among Indonesian universities with the highest number of scientific publications, amounting to 16,809 citations. The Bandung Institute of Technology (ITB) and the University of Indonesia (UI) rank second and third with 13,651 and 10,612 citations respectively. However, these figures are still far behind other Southeast Asian universities.

Thailand’s Chulalongkorn University and Mahidol University recorded 40,030 and 36,948 citations respectively. Two Malaysian universities, namely Universiti Sains Malaysia and the University of Malaya, recorded 89,405 and 67,971 citations respectively. Singapore ranks top, in which the National University of Singapore and Nanyang Technological University recorded 419,702 and 198,105 citations respectively.

Indonesian Science Academy (AIPI) chairman Sangkot Marzuki said that the problem is much more complicated. A lack of experience in publishing scientific journals is one of the problems. Marzuki further said English was important in writing scientific journals; however, students must make themselves accustomed to elaborating ideas and expressing them through writing.

When he was asked whether Indonesia needed to create fully English-speaking postgraduate institutions such as in other Asian countries, Marzuki said that It might be a better option but it would likely clash with the issue of nationality.

Link: http://www.thejakartapost.com/news/2016/04/25/indonesia-lags-behind-in-scientific-publications-expert.html

the jakarta postCom_indonesia legs behind in scientific publications

Anak-anak Korban Penggusuran akan Mendapatkan Kelas Motivasi dan Pelatihan

The Jakarta Post, halaman 4

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar kelas motivasi dan pelatihan bagi anak-anak korban penggusuran yang terpaksa pindah ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa), sehingga anak-anak tersebut dapat merencanakan dan membentuk masa depan yang lebih baik.

Proyek percontohan itu akan diadakan di tujuh rusunawa, yaitu rusunawa Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Pulo Gebang, Pinus Elok, Tipar Cakung, Komarudin dan Cakung Barat, semua di Jakarta Timur, dan rusunawa Daan Mogot di Jakarta Barat. Kelas motivasi dan pelatihan tersebut akan diselenggarakan di 37 rusunawa di seluruh ibukota dalam waktu dekat ini.

Program kelas yang dijuluki Program Impian tersebut akan diadakan selama 40 minggu, yang diadakan setiap hari Jumat dari pukul 14:00 sampai 15:00, untuk anak-anak usia antara 7 dan 12 tahun. Kelas tersebut akan dikelola bersama oleh PKK, Inspiration Factory Foundation (IFF) dan Reachout Foundation (ROF). IFF dan ROF adalah dua organisasi yang fokus pada pendidikan informal.

pendiri IFF, Jenny Tjoa, mengatakan, timnya telah menyelenggarakan beberapa program termasuk kelas akting, teater boneka, kelas olahraga, pelajaran kesehatan, kelas kreativitas dan pelajaran bahasa Inggris. Jenny mengatakan, tim IFF perlu memastikan bahwa anak-anak berada dalam kondisi psikologis yang baik ketika mereka pindah ke rusunawa tersebut.

Children to Receive Motivation, Training classes

The Jakarta Post, page 4

The Jakarta administration will hold motivational and training classes for children evicted from their houses and forced to move into low-cost rental apartments (rusunawa) so that the children can plan and shape a better future for themselves.

The pilot project will be held in seven rusunawa, namely Cipinang Besar Selatan (Cibesel), Pulo Gebang, Pinus Elok, Tipar Cakung, Komarudin and Cakung Barat, all in East Jakarta, and Daan Mogot in West Jakarta. These class will be spread to 37 rusunawa throughout the capital in the near future.

The class, dubbed the Dream Program, will be held for 40 weeks every Friday from 2 p.m. until 3 p.m., for children aged between 7 and 12 years of age. The class will be managed jointly by Jakarta’s Family Welfare Movement (PKK), Inspiration Factory Foundation (IFF) and Reachout Foundation (ROF). IFF and ROF are two organizations that focus on informal education.

IFF founder, Jenny Tjoa, said, her team had provided some programs for the class including acting classes, puppet theater, sports classes, health lessons, creativity classes and English lessons. Jenny said, IFF team needs to ensure that the children will be in a good psychological state when they move to the rusunawa.

the jakarta post_children to receive motivation and training classes

Program Studi Favorit Masih Diminati

Jawa Pos, page 30

Pendaftaran seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dimulai sejak Senin (25/4) hingga Jumat (20/5). Pada pendaftran tersebut, beberapa program studi favorit di PTN masih diminati pendaftar tahun ini. Ketua Paniatia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Agung Premono menyatakan, tahun ini kuota yang disediakan UNJ untuk jalur SBMPTN adalah 30 persen atau mencapai 1.175 kursi. Menurut dia, jumlah itu tidak terlalu berbeda jauh dengan tahun lalu, sama halnya dengan program studi (prodi) paling diminati yang juga diprediksi memiliki kesamaan dengan tahun sebelumnya.

Agung mengungkapkan, prodi-prodi yang selalu diminati pendaftar di UNJ, antara lain, akuntansi, manajemen, sistem informasi, pendidikan teknik informatika, dan psikologi. Ia mengimbau kepada para pendaftar untuk berhati-hati dan mempertimbangkan prodi yang akan dipilih. Karena, jika memilih prodi yang peminatnya banyak, maka peluang untuk diterima menjadi lebih kecil.

Ia menambahkan, selain SBMPTN, terdapat beberapa komponen penliaian yang diukur pada siswa untuk masuk UNJ, salah satunya adalah uji keterampilan. Sebab, terdapat beberapa prodi dengan peminat tinggi yang membutuhkan penilaian keterampilan, diantaranya Teknik Tata Busana dan prodi Fakultas Ilmu Olahraga.

Favorite Study Programs Still of Interest

Jawa Pos, page 30

Registration of the state higher education entrance selection (SBMPTN) started since Monday (25/4) until Friday (20/5). In the registration, several favorite study programs are still of interest to this year’s applicants.   New Student Admissions Committee Chairman of the National University of Jakarta (UNJ) Agung Premono stated, this year’s quota provided by UNJ for the SBMPTN path is 30 percent or reaching 1,175 seats. According to him, the total was not too much different from last year, the same is true of study programs (prodi) most sought after are also predicted to be similar to the previous year’s.

Agung disclosed, the study programs always of interest to applicants in UNJ, include accounting, management, information system, informatics engineering education, and psychology. He appealed to applicants to be careful and consider the study program selected. Because if one selects a study program in great demand, the chances of being admitted would be smaller.

He added, in addition to SBMPTN, there are several assessment components measured on students for entrance into UNJ, one of which is skills testing. Because there are several study programs of high interest that require skills assessment, including Technique of Dressmaking/Fashion and the Faculty of Sports Science.

jawa pos_program studi favorit masih diminati

IPB Bentuk Komunitas Peduli Autis

Republika, page 5

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membentuk Komunitas Peduli Autis Bogor (KPAB) untuk menjembatani anak-anak berkebutuhan khusus. IPB merangkul Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pemerintah Daerah Bogor untuk menumbuhkan kesadaran serta kepedulian terhadap mereka. Ketua KPAB Rizal Arif Windriatmoko mengatakan, komunitasnya menjadi mitra kerja pemda Bogor dalam membina dan memberikan pelayanan pada ABK khusus di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan utama KPAB adalah mengedukasi seluruh anggotanya, melatih cara terapi ABK, dan mengajak berinteraksi langsung dengan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Komunitas tersebut juga melakukan sosialisasi melalui media. Saat ini seluruh anggota KPAB masih berstatus mahasiswa IPB dan ke depannya KPAB akan membuka akses bagi masyarakat umum sebagai relawan yang ingin bergabung.

KPAB berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap ABK. Kepedulian itu akan menjadikan anak autis termotivasi untuk bersosialisasi dan membaur berkembang menjadi manusia dewasa yang bermanfaat. Rizal menambahkan, autis bukanlah suatu penyakit, melainkan anugerah yang diberikan Tuhan. Oleh karena itu, apabila masyarakat mendapati ABK jangan malah menjauhi mereka, namun, tunjukkan rasa kepedulian.