Distribusi Soal dan Jaringan Diantisipasi

Koran Sindo, halaman 5

Hari ini, lebih dari 4 juta siswa akan mengikuti ujian nasional tingkat SMP. Berdasarkan pengalaman UN SMA sebelumnya, pemerintah sudah melakukan antisipasi agar UN berjalan lancar. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan, UN tahun ini diikuti 4.052.068 siswa SMP sederajat. Antisipasi sudah dilakukan terutama distribusi soal dan jaringan.

Nizam menjelaskan, persiapan UN berbasis kertas yakni distribusi soal sudah sampai ke penjuru daerah. Sementara persiapan ujian nasional berbasis kertas yang sudah dilakukan ialah sinkornisasi antara server pusat dan masing-masing sekolah penyelenggara. Ada kenaikan signifikan pada peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Peningkatan karena sekolah merasa lebih nyaman dan praktis dengan metode UNBK.

Nizam menambahkan, pihaknya jug terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti PLN dan penyedia layanan sambungan internet untuk mengatasi kendala pelaksanaan UN SMP. Mengenai langkah antisipasi kecurangan pengawas ataupun peserta, Nizam menegaskan, ada sanksi tegas yang akan diberlakukan.

Advertisements

Question Distribution and Network Anticipated

Koran Sindo, page 5

Today, more than 4 million students sit the junior high school (SMP) level national exams. Based on experience of the high school (SMA) UN earlier, the government has anticipated so UN would run smoothly. Head of Education Assessment Center Ministry of Education and Culture Nizam said, this year UN is followed by 4,052,068 students of junior high school (SMP) equivalent level. Anticipatory measures have been taken especially in question distribution and network (connection).

Nizam explained preparations of the paper-based UN, namely question distribution have arrived in all parts of the country. Meanwhile, preparation for paper-based national exams already conducted is synchronizing between the central server and that of the respective schools. There is a significant increase in participants of the computer-based national exam (UNBK). The increase is due to schools feeling more comfortable and more practical using the UNBK method.

Nizam added, his party also continues to coordinate with a number of parties such as with state power company PLN and internet connection service providers to overcome constraints of UN SMP. Regarding anticipatory steps on fraud by supervisors/proctors or participants, Nizam affirmed, there are strict sanctions applied.

Koran Sindo_distribusi soal dan jaringan diantisipasi

Abaikan Bocoran Naskah UN

Media Indonesia, halaman 12

Memasuki hari pertama ujian nasional (UN) SMP, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta siswa tidak percaya dengan bocoran soal ataupun kunci jawaban yang mungkin diterima. Tidak ada yang bisa memastikan kebenaran soal ataupun kunci jawaban palsu tersebut.

Menurut Anies, sudah saatnya siswa dan orangtua siswa percaya dengan kemampuan diri sendiri dan tidak mudah dikelabui orang lain. Anies pun berpesan agar para peserta UN SMP benar-benar percaya diri sehingga pelaksanaan UN yang berlangsung selama tiga hari ke depan berjalan lancar.

Dari pantauan Media Indonesia di beberapa daerah, kesiapan pelaksanaan UN SMP/MTs juga diakui dinas pendidikan setempat. Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan naskah UN sudah diterima dengan lengkap kemarin siang. Demikian pula disampaikan Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang telah mendistribusikan soal UN dengan menggunakan kendaraan polisi setempat.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti memaparkan hasil laporan kecurangan sistematis pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA di Lampung. Namun, ungkap Retno, secara umum persoalan yang dijumpai dari dari hasil pemantauan UN SMA/SMK menunjukkan pola yang hampir sama. Salah satunya masalah beredarnya bocoran jawaban, baik dijual maupun dicari sendiri oleh siswa dan guru.

Leaked Exam Papers Must be Ignored

Media Indonesia, page 12

Prior to the first day of the national exams for junior high school (SMP), Education and Culture Minister Anies Baswedan urged students not to believe leaked exam papers and answers. No one could ensure the reliability of the leaked exam papers and answers.

According to Anies, it was the time for students and their parents to be self-confident and not easily deceived by others. Anies asserted by doing so the national exam implementation in the next three days would run smoothly.

From Media Indonesia’s observation in some regions, the preparedness to conduct the national exams for SMP and Islamic junior high school (MTs) was also confirmed by the respective education agencies. The Bojonegoro Regency Education Agency in East Java Province, for instance, asserted the national exam papers had been completely received by schools yesterday afternoon. It was also conveyed by the Tasikmalaya Regency Education Agency that already distributed the exam papers by using the local police vehicles.

Meanwhile the Federation for Indonesian Teachers Association (FSGI) secretary-general Retno Listyarti explained a report on systematic cheatings in the implementation of the computer-based national exams (UNBK) for senior high school (SMA) in Lampung. In general, Retno said the monitoring to the national exams for SMA/vocational high school (SMK) found similar cheating practices. One of them was the circulation of exam answers, both through trading or self-searching by students and teachers.

Media Indonesia_abaikan bocoran naskah un

UN SMP Tetap Disambut Antusias

Kompas, halaman 11

Ujian nasional untuk SMP dan sederajat siap dilaksanakan Senin (9/5) hingga Kamis (12/5). Meski tidak lagi menjadi penentu kelulusan, UN tetap disambut antusias. Nilai yang diraih dari UN menjadi “modal” bagi siswa untuk menembus SMA/SMK favorit. Soal-soal ujian sudah terkumpul di subrayon dan siap diambil oleh para perwakilan setiap sekolah pada Senin pagi.

Direktur Pembinaan SMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano mengatakan, pihaknya memastikan persebaran soal tidak terlambat, termasuk di daerah-daerah pelosok. Ia mengatakan, baru 984 SMP dan madrasah tsanawiyah yang menggunakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun 2015, ketika hanya terdapat 41 SMP sederajat yang menggunakan UNBK.

Azzumar (15) siswa kelas IX SMP Negeri 1 Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, nilai UN bakal menentukan lolos tidaknya dirinya ke SMA favorit atau unggulan. Dirinya mengaku tetap belajar giat walau UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan.

Sedangkan, Kepala SMP Taman Siswa Kota Cirebon, Nurcholis Majid mengatakan, para siswanya telah bersiap mengikuti UN SMP. Nurcholis menepis anggapan bahwa saat UN tak lagi menjadi penentu kelulusan, semangat belajar siswa akan menurun. Menurut Nurcholis, siswa semakin giat ikut praktik dan pelajaran tambahan. Sebelumnya, saat UN masih menjadi satu-satunya kelulusan, siswa malah malas belajar mata pelajaran yang tidak masuk dalam UN.

UN SMP Still Welcomed Enthusiastically

Kompas, page 11

The junior high school (SMP) and equivalent national exam (UN) is ready to be implemented Monday (9/5) through Thursday (12/5). Although it is no longer the determinant of graduation, the UN is still welcomed enthusiastically. The scores achieved from UN become the student’s “capital” to penetrate favorite high schools/ vocational high schools (SMA/SMK).  Exam questions have been collected in the sub-rayon and ready to be taken by the representatives of every school on Monday morning.

Director of SMP Guidance Ministry of Education and Culture Supriano said he ensured the distribution of questions is not late, including in remote areas. He said only 984 SMP and madrasah tsanawiyah use the computer-based national exam (UNBK).  This number increased drastically compared to 2015, when only 41 SMP equivalents use UNBK.

Azzumar (15) IX grade student of SMP Negeri 1 Weru, Cirebon Regency, West Java, said the UN scores would determine his entrance into favorite or superior high schools (SMA). He admits he still studies hard despite the UN no longer being the determinant of graduation.

Whereas, Principal of SMP Taman Siswa Cirebon City, Nurcholis Majid said, the students are preparing to sit the UN SMP. Nurcholis dismissed the notion that when UN is no longer the determinant of graduation, students’ spirit for learning would decline. According to Nurcholis, students are increasingly keen to practice and follow extra lessons. Previously, when UN was the sole determinant of graduation, students were lazy to study subjects not included in UN.

Kompas_un smp tetap disambut antusias

Fakultas Kedokteran Diumbar

Kompas, halaman 11

Menjelang tahun ajaran baru, pemerintah membuka delapan fakultas kedokteran baru. Dengan demikian, kini ada 83 fakultas kedokteran, dan 45 persennya berakreditasi C. Kondisi itu mengancam mutu lulusan. Padahal, mereka bertanggung jawab atas nyawa dan kesehatan warga.

Penelusuran Kompas selama sepekan menunjukkan banyak masalah yang dihadapi fakultas kedokteran (FK) negeri dan swasta akreditasi C di sejumlah daerah. Kendala terbesar ialah keterbatasan jumlah dosen dan sulitnya memiliki rumah sakit pendidikan tempat sarjana kedokteran menjalani pendidikan profesi dokter. Sebagai contoh, FK Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua, hanya mempunyai 17 dosen tetap, sedangkan 20 dosen lainnyamenempuh pendidikan lanjutan. Padahal, fakultas itu mempunyai 1.557 mahasiswa. Rasio ideal dosen dan mahasiswa program akademik FK 1:10. Dalam program profesi, idealnya 1:5. Akibatnya, satu dosen mengajar hingga 500 menit per hari. Sekali perkuliahan ada 200-300 orang dalam satu kelas. Dari uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter terakhir diikuti 57 mahasiswa Uncen, hanya 9 orang yang lulus.

Di FK universitas swasta, kekurangan dosen banyak dialami. Apalagi, mereka umumnya menerima mahasiswa baru berjumlah besar, melebihi kuota yang ditetapkan. FK Universitas Malahayati (Unmal), Bandarlampung, Lampung, punya 2.801 mahasiswa. Pada 2014, mereka menerima 242 mahasiswa baru. Ketua Program, Studi Pendidikan Dokter Unmal Dalfian Adnan mengatakan, jumlah mahasiswa baru di atas kuota karena pihaknya menginvestasikan fasilitas secara besar-besaran. Namun, kurangnya dosen membuat perkuliahan mahasiswa kerap terganggu.

Banyaknya masalah yang dihadapi FK menunjukkan lemahnya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pemerintah. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akhir Maret lalu justru mengizinkan pembukaan FK baru. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Bambang Supriyatno mengingatkan, pembukaan FK baru yang tak layak berpotensi membahayakan masyarakat. Lulusan FK dituntut berkompetensi memadai karena berurusan langsung dengan nyawa dan kesehatan warga.