JAMNA Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa UI

Republika, halaman 5

Yayasan Japan Asia Medical Nurse Association (JAMNA) menyerahkan Beasiswa JAMNA/TOP CAREER Global Scholarship 2016 kepada 5 mahasiswa UI. Pemberian beasiswa tersebut turut didukung Fourth Valley Concierge Corporation–lembaga konsultasi SDM terkemuka di Jepang, Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) dan Kaikoukai Clinic Senayan.

Beasiswa sejumlah Rp20 juta per tahun untuk setiap mahasiswa ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Chairman JAMNA dr. Hirohisha Kawahara,  di Kampus UI Depok, Rabu (18/5/2016). Acara turut dihadiri oleh Dr. Arman Nefi, S.H., M.M., Direktur Kemahasiswaan UI dan Heru Santoso Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ).

Dalam sambutannya dr. Hirohisa Kawahara Chairman Yayasan JAMNA yang juga Chairman Kaikoukai Medical Group Japan mengungkapkan kebanggaannya atas dukungan penuh mitra Indonesia, terutama Rachmat Gobel, yang juga Ketua Umum PPIJ.

Yayasan JAMNA merupakan badan hukum nirlaba didirikan pada 2013 di Nagoya Jepang oleh dr. Hirohisa Kawahara. Yayasan ini ini didirikan dengan maksud untuk membantu warga Asia dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya yang berkaitan dengan ilmu pengobatan medis dan keperawatan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui program pertukaran tenaga kesehatan dan untuk mengikuti pelatihan di Jepang dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa Asia untuk belajar ilmu pengobatan medis dan keperawatan di negaranya masing-masing.

Sementara itu, Sekjen PPIJ Heru Santoso mengatakan, Indonesia dan Jepang memiliki ikatan benang merah yang cukup kuat, sehingga kini terdapat hubungan yang sangat erat di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, budaya dan juga hubungan antara masyarakat yang dibangun dengan semangat dari hati ke hati di antara kedua bangsa. Dengan dukungan PPIJ,  Indonesia berhasil dipilih JAMNA sebagai negara pertama di Asia penerima bantuan.

JAMNA Awarded Scholarships for Students of UI

Republika, page 5

Japan Asia Medical Nurses Association (JAMNA) awarded JAMNA/TOP CAREER Global Scholarship 2016 to five students of UI. The award of these scholarships was supported by Fourth Valley Concierge Corporation, a leading human resources consultant in Japan, Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) and Kaikoukai Clinic Senayan.

The scholarship for each student amounts to Rp20 million per year and was symbolically awarded by the Chairman of JAMNA, Dr. Hirohisha Kawahara, at UI Depok, Wednesday (18/5/2016). Dr. Arman Nefi, S.H., M.M., Director of Students Affairs of UI and Heru Santoso, Secretary General of Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) also attended the event.

In his speech, Dr. Hirohisa Kawahara, Chairman of JAMNA, who is also Chairman of Kaikoukai Medical Group Japan, expressed his pride in the full support of their Indonesia partners, especially Rachmat Gobel, Chairman of PPIJ.

JAMNA is a non-profit legal body established in 2013 in Nagoya, Japan by Dr. Hirohisa Kawahara. This Association is intended to aid people in Asia in enhancing their knowledge and skills related to medical science and nursing.

Its activities are conducted through medical personnel exchange programs, training in Japan and scholarships for students in Asia to be educated in medical science and nursing in their own country.

In addition, Secretary General PPIJ, Heru Santoso, said that Indonesia and Japan have a strong bond that results in good cooperation in many fields including political, economic and cultural, plus also close relationships established between the people of the two countries on a heart to heart basis. With the support from PPIJ, Indonesia was selected by JAMNA to be the first country in Asia to receive its aid.

republika_JAMNA beikan beasiswa untuk mahasiswa UI

Pemerintah Siapkan NITK

Republika, halaman 5

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun tengah menyiapkan sistem registrasi utuk pendataan Nomor Induk Tenaga Kependudukan (NITK) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Melalui sistem ini, Kemenristerk akan melakukan pendataan dan pembinaan tenaga kependidikan (di luar dosen) di PTN.

Sistem tersebut ditargetkan selesai akhir tahun, dan akan mulai melakukan pendataan pada tahun depan. Hal itu diungkapkan Direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenristek Dikti, Bunyamin Maftuh seusai membuka Diklat Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan di Yogyakarta, Selasa (17/5).

Menurut Bunyamin, selama ini baru dosen atau tenaga pendidik yang sudah memiliki nomor induk, sedangkan tenaga kependidikan yang merupakan tenaga profesi dalam membantu sistem pendidikan di Indonesia belum ada. Tenaga kependidikan ini antara lain, pustakawan, pranata komputer, pranata humas, pranata aksivaris dan pengelola laboratorium.

Bunyamin menambahkan, NITK sangat penting untuk melihat sebaran dan kualitas SDM tenaga kependidikan di PTN. Melalui data tersebut, pihaknya bisa melakukan pemetaan untuk pembinaan dan peningkatan kualitas tenaga kependidikan. Berdasarkan data Kemenristek Dikti, jumlah pranata laboratorium PTN saat ini sebanyak 3.150 orang. Dari jumlah itu, 70 persen masih lulusan diploma tiga (D-3), 60 persen tenaga terampil, dan 40 persen tenaga ahli.

Government is Preparing NITK

Republika, page 5

Ministry of Research, Technology and Higher Education (Kemenristek Dikti) is currently establishing a registration system of Nomor Induk Tenaga Kependudukan (NITK) of State Universities (PTN) in Indonesia. Kemenristek will use this system to collect data and train educational personnel (other than lecturers) in PTN.

The system is expected to be completed by the end of this year so that data collection can be started in the following year. This information was delivered by the Director of Career and Competency of Human Resources Kemenristek Dikti, Bunyamin Maftuh after opening Diklat Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan in Yogyakarta, Tuesday (17/5).

He revealed that to date only lecturers or educators having an ID number, while education personnel who are professional resources contributing to the education system in Indonesia do not. Those education personnel are, among others, librarians, computer staff, human resources staff, aksivaris staff and laboratory staff.

Bunyamin added that NITK is important to monitor the distribution and quality of human resources in the education field in PTN. The data can be used to map the plan for training and development of quality of education personnel. Based on data from Kemenristek Dikti, there are currently 3.150 laboratory staff in PTN. From that number, 70% of them are diploma graduates (D3), of which 60% are skilled labor and 40% are experts.

republika_pemerintah siapkan NITK

Rekrutmen Guru PNS Ditentukan Daerah

Koran Sindo, halaman 2

Pemerintah akan merekrut guru PNS sesuai analisis jabatan di masing-masing daerah untuk mengganti sekitar 500.000 guru yang akan pensiun hingga 2019. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan, penambahan guru PNS akan tetap dilakukan meski bukan karena ada guru yang pensiun. Rekrutmen guru PNS melalui Guru Garis Depan (GGD) dan penerimaan guru akan dibuka melalui mekanisme lain.

Menurut Sumarna, pemerintah tidak merasa khawatir dengan pensiunnya sekitar setengah juta guru tersebut. Kelas-kelas dijamin tidak akan kekurangan guru karena akan ada analisis jabatan yang menjadi salah satu cara untuk menentukan kebutuhan dan kemampuan fiskal di suatu daerah. Hal yang paling mendesak dalam kebutuhan guru sebetulnya adalah penyelesaian distribusi guru yang harus merata di setap daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi menjelaskan, memang harus ada pemetaan guru di setiap daerah sehingga akan terlihat jelas mana daerah yang kekurangan guru dan mana yang berlebih. Dari pemetaan ini pula bisa dilakukan pemerataan guru ke semua daerah, termasuk daerah terpencil.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rasyidi mengatakan, saat ini di berbagai daerah masih kekurangan guru SD. Untuk mengatasi keterbatasan pemerintah dalam mengangkat guru PNS, maka dibutuhkanlah guru honorer yang kini jumlahnya mencapai 400.000 orang. Menurut dia banyak sekolah dasar yang diisi satu hingga tiga guru PNS, sedangkan untuk mengisi kelas yang kosong sekolah memakai tenaga guru honorer. Jangan sampai tenaga guru honorer ini telah terperas sebagai pengisi kekosongan guru. Namun, ketika ada kesempatan untuk menjadi PNS, mereka ditinggalkan begitu saja.

PNS Teacher Recruitment Determined by Regions

Koran Sindo, page 2

The government will recruit civil servant (PNS) teachers corresponding to the job analysis in the respective regions until 2019 to replace around 500,000 teachers who will retire. Director General of Teachers and Education Personnel Ministry of Education and Culture Sumarna Surapranata said adding civil servant (PNS) teachers would still be conducted even if not due to teachers retiring. Recruitment of PNS teachers through Frontier Teachers or Guru Garis Depan (GGD) and teacher acceptance will be opened through other mechanisms.

According to Sumarna, the government is not worried from the retirement of approximately half a million teachers. The classrooms are guaranteed not to be in shortage of teachers because there will be job analysis which is one way to determine the fiscal needs and capacities in a region. The most urgent matter in terms of need for teachers is actually in settling/resolving the distribution of teachers which should be evenly distributed in every region.

Secretary General of Kemendikbud Didik Suhardi explained there should indeed be teacher mapping in every region so that it would be obvious which areas are in shortage of teachers and which are in excess. From this mapping too the even distribution of teachers to all regions could be conducted, including to remote areas.

Earlier, Chairman of the Board of Indonesian Teachers Association (PGRI) Unifah Rasyidi said, to date in various regions there are still shortages of primary school (SD) teachers. To overcome government limitations in appointing PNS teachers, temporary teachers were needed, now totaling 400,000 people. According to her there are many primary schools equipped with one to three PNS teachers, whereas to fill the empty classrooms schools use/ hire temporary teachers. Let it not happen that after temporary teachers have been squeezed to fill the vacancy/lack of teachers; they are then abandoned when there is opportunity to become PNS.

koran sindo_rekrutmen guru PNS ditentukan daerah

Kuota Beasiswa Tak Terserap Maksimal

Koran Sindo, halaman 2

Beasiswa ke luar negeri yang ditawarkan berbagai negara ternyata belum mampu dimanfaatkan penuh pelajar maupun mahasiswa Indonesia. Kendalanya ialah kemampuan bahasa Inggris yang belum memenuhi syarat menyebabkan kuota tidak terserap maksimal. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti mengatakan, kurangnya penguasaan berbahasa Inggris para calon penerima beasiswa menyebabkan kuota yang diberikan tidak tercapai.

Dia memberi contoh, beasiswa Fullbright yang disediakan American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) yang bekerja sama dengan Kemristek Dikti hanya separuh kuota yang terserap. Beasiswa kuliah S-2 dan S-3 ke Amerika Serikat ini disediakan untuk 50 dosen dari Indonesia. Dari sekian pelamar yang mengajukan, hanya 27 orang yang dinyatakan lulus dan akan diberangkatkan.

Namun, Ali tidak menampik jika penawaran beasiswa dari luar negeri kurang mendapat sosialisasi sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu. Padahal, beasiswa magister dan doktor bisa meningkatkan kualitas dosen di Indonesia melalui pembelajaran dari kampus-kampus terbaik di AS.