Perbaikan Sekolah Rusak Mendesak Dibanding Wacana Full-Day School

www.republika.co.id

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu menggagas program sehari penuh di sekolah (full day school). Namun ternyata ada hal penting yang harus diprioritaskan Kemendikbud, yakni perbaikan ruang kelas.

Persoalan tersebut dinilai lebih mendesak dan bersifat harus ditangani karena akan menganggu kualitas pendidikan. Berdasarkan data Kemendikbud 2016, jumlah ruang kelas yang rusak berat dan sedang mencapai 183.239 unit. Itu artinya, terdapat sekitar lima sampai enam juta siswa yang selama ini belajar dalam situasi tidak nyaman dan dalam situasi terancam bahaya.

Orang tua pun cemas ketika mengetahui setiap hari anaknya belajar dalam ruang kelas yang terancam roboh. Pihak sekolah juga tidak pernah mendapat informasi kapan pemerintah akan memperbaiki sekolah. Contohnya seperti yang terjadi di SDN Leuwibatu 1, Kabupaten Bogor. Konstruksi bangunan saat ini sudah mulai retak. Dindingnya terkikis dan atapnya bocor. Bahkan sebagian ruangan itu sudah ditopang bambu dan kayu mengantisipasi supaya tidak roboh.

Kepala Sekolah SDN Leuwibatu 01 Ati Nurkhasanah mengatakan selama ini pihak sekolah sudah melaporkan kondisi sekolah ini ke Pemda Kabupaten melalui UPT dan Dinas Pendidikan. Namun belum  mendapat respons. Bahkan, dalam berbagai kesempatan informal sudah sering mengkomunikasikan persoalan  ruang kelas rusak ini ke anggota DPRD Bogor, namun tidak ada tindaklanjut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s