Jutaan Anak Hanya Lulus SD

Kompas, halaman 11

Meskipun pendidikan dasar 8 tahun di Indonesia dinilai sukses, jumlah anak usia wajib belajar yang hanya sampai SD cukup besar. Pada 2015/2016 saja, sekitar satu juta anak putus sekolah di SD serta hanya menamatkan SD. Faktor ekonomi menjadi penghambat utama mereka untuk melanjutkan sekolah. Padahal, dalam SDGs 2030 Bidang Pendidikan, setiap negara harus bisa memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pendidikan. Targetnya, tersedianya pendidikan dasar dan menengah secara universal yang inklusif, setara, dan berkualitas.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, memang secara persentase jumlah siswa yang tidak tuntas hingga SMP sedikit. Namun, jika tidak ditangani serius, jumlahnya tiap tahun bisa bertambah banyak. Menurut Hamid, tidak mudah menarik kembali siswa yang putus sekolah. Agar program mengembalikan anak-anak usia produktif menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun ataupun melanjutkan studi ke SMA/SMK sangat dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah. Ia menambahkan, dari survei Badan Pusat Statistik, sekitar 73 persen kasus putus sekolah terjadi akibat faktor ekonomi.

Ketua Umum Gerakan Indonesia Pintar Yanti Sriyulianti mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan layanan pendidikan formal dalam membantu anak putus sekolah atau yang belum bersekolah agar bisa mengenyam edukasi. Berbagai alternatif layanan pendidikan yang fleksibel terhadap kondisi wilayah atupun kondisi anak harus dipersiapkan supaya hak atas pendidikan terpenuhi.

Berdasarkan Ikhtisar Data Pendidikan Kemdikbud Tahun 2015/2016, siswa yang lulus SD tetapi tidak melanjutkan ke SMP 946.013 orang. Ditambah dengan jumlah siswa yang melanjutkan ke SMP tetapi tidak lulus (51.541 orang), maka ada 97.554 anak Indonesia yang hanya berstatus tamatan SD pada 2015/2016. Situasi cukup memprihatinkan karena ada 68.066 anak lainnya yang bahkan tidak melanjutkan studi di SD. Kalau hal ini terus terjadi setiap tahun dan tidak dilakukan terobosan, jumlah orang Indonesia yang maksimal hanya memegang ijazah SD terus meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s