Kurikulum Pendidikan Penghayat Disusun

Kompas, halaman 11

Kurikulum atau materi ajar pendidikan bagi penghayat kepercayaan disusun. Kurikulum tersebut ditujukan bagi peserta didik tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat yang menganut aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan, secara statistik, jumlah penghayat kepercayaan hingga sekarang belum dapat dipastikan. Namun, diperkirakan oleh para penghayat kepercayaan itu sendiri, jumlah mereka mencapai sekitar 12 juta orang. Dari jumlah itu, mereka mengklaim sekitar 60 persen di antaranya duduk di bangku sekolah yang kinii membutuhkan kurikulum pendidikan kepercayaan.

Direktur Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kemdikbud, Sri Hartini, menambahkan, penyusunan kurikulum pendidikan bagi penghayat kepercayaan merupakan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 27 Tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan. Pasal 2 pada peraturan tersebut menyatakan, muatan pendidikan kepercayaan wajib memiliki kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disusun oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s