Muatan Lokal Papua Didorong Masuk Kurikulum

www.okezone.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua mendorong pelajaran muatan lokal “Bumi Cenderawasih” masuk dalam kurikulum sekolah seperti tentang penjelasan mengenai pembagian wilayah adat dan cerita rakyat. Kepala Seksi Nilai dan Laboratorium Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Frits Tanati mengatakan, selama muatan lokal itu masih sebatas wacana, pihaknya terus melakukan sosialisasi misalnya melalui buku-buku cerita rakyat. Pemetaan atau pembagian wilayah adat yang terdiri dari tujuh kawasan tersebut seharusnya dikemas dalam suatu kekhususan agar dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat.

Menurut Frits, nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat adat cukup unik sehingga dengan dikumpulkan menjadi satu lalu dikemas dalam buku atau muatan lokal, dapat mengangkat kembali tradisi dan dikembalikan sebagai suatu pengetahuan bagi masyarakat.

Misalnya saja, masyarakat lebih banyak mengetahui bahwa pembagian wilayah adat hanya terdiri dari lima saja, padahal ada tujuh termasuk dengan kawasan Provinsi Papua Barat. Dia menjelaskan jika pemetaan wilayah adat dimasukan dalam muatan lokal dan diajarkan kepada siswa maka dengan sendirinya masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memahami silsilah serta kekhususan Papua.

Dia mengatakan noken, tifa, dan tari yosim pancar yang kini telah diakui sebagai warisan budaya, khususnya oleh UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) untuk noken, merupakan salah satu langkah menjaga serta memelihara nilai-nilai kebudayaan Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s