Tuntaskan Tuna Aksara, Kemdikbud Latih Keterampilan

www.okezone.com

Tingginya angka tuna aksara di sejumlah daerah di Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab kemiskinan. Berdasarkan data, pada 2015 presentase tuna aksara berada di angka 3,56 persen atau sekira 5,7 juta orang. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Harris Iskandar menjelaskan, angka tuna aksara di Indonesia konsisten mengalami penurunan terhitung sejak masa awal kemerdekaan. Kendati demikian, persebaran tuna aksara masih cukup luas sehingga butuh penanganan khusus.

Ia mengatakan, salah satu caranya dengan memberi keterampilan. Oleh sebab itu vokasi menjadi berperan penting. Jadi selain diberikan pengetahuan untuk melek aksara juga diberi keterampilan sesuai dengan potensi masing-masing untuk membantu kesejahteraan keluarga. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Hari Aksara Internasional (HAI) di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Harris mengungkapkan, ada beberapa pembeda yang menyebabkan beberapa daerah angka tuna aksaranya tinggi. Beberapa di antaranya menyangkut lokasi, fasilitas, dan layanan pendidikan.

Sedangkan Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemdikbud, Erman Syamsuddin mengungkapkan, pengentasan tuna aksara melalui vokasi dinilai dapat menyentuh masyarakat luas. Menurutnya, saat ini ada tren bahwa masyarakat lebih suka dilatih keterampilan terlebih dahulu ketimbang belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s