Hadapi MEA, Indonesia masih Krisis Insinyur

Media Indonesia, halaman 13

Dimulainya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Untuk mengimbangi perkembangan dan persaingan itu, dibutuhkan 175 ribu insinyur baru setiap tahun. Namun, sampai saat ini Indonesia baru bisa menghasilkan sekitar 45 ribu insinyur per tahunnya.

Hal itu diungkapkan Rektor Sampoerna University, Wahdi Yudhi, di Jakarta, Rabu (14/9). Hal tersebut, lanjut Wahdi, akan menjadi kendala besar jika tidak segera dibenahi. Kurangnya ahli di bidang teknologi tersebut beresiko membuat industri di Indonesia makin tertinggal dan lapangan pekerjaannya dikuasai tenaga asing.

Pada kesempatan sama, Head of Mechanical and Industrial Engineering Department, Louisiana State University, Dimitris E. Nikitopoulos mengatakan, untuk menciptakan insinyur yang dapat bersaing secara global, pemerintah harus mengubah program pembelajaran. Para insinyur juga harus dibekali dengan kemampuan terjun di dunia sosial dan memiliki sensitivitas yang tinggi akan kondisi aktual masyarakat sekitar dan dunia global.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s