Guru Tak Punya Waktu Pelajari Materi

Kompas, halaman 13, Sabtu, 17 Sept

Sebagian guru sudah mengetahui adanya program Guru Pembelajar dari pemerintah. Akan tetapi, mereka mengatakan sukar meluangkan waktu mempelajari modul karena padatnya jadwal mengajar dan tigas administratif di sekolah. Giman, guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 32 Jakarta mengatakan, walaupun bisa membaca modul di situs Guru Pembelajar, hal itu tidak bisa dilakukan secara cermat dan mendalam. Waktu guru sehari-hari habis untuk menyusun silabus pelajaran dan menilai siswa.

Program Guru Pembelajar bertujuan meningkatkan kompetensi guru. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 menunjukkan, 81 persen peserta mendapat nilai paling tinggi 60. Pakar pelatihan guru Itje Chodidjah berpendapat, UKG sebaiknya tidak digunakan sebagai moda penilaian kompetensi guru secara umum. Alasannya, UKG hanya menguji kompetensi pedagogis dan akademis secara teoritis. Kompetensi sosial, psikologis, dan kepribadian guru tidak diuji. Padahal, seorag guru harus merupakan satu paket pengetahuan kognitif, keterampilan, kepandaian mendidik siswa, serta kemampuan bersosialisasi.

Adapun Guru Pembelajar hanya menyasar perbaika n skor UKG, tetapi belum memperbaiki kompetensi guru secara menyeluruh. Menurut Itje, hendaknya sejak awal pengangkatan guru pegawai negeri sipil sudah diadakan uji kompetensi. Setelah itu, kompetensi mereka dipertajam dengan pelatihan-pelatihan yang bersifat terapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s