Standar Sertifikasi Guru Diperberat

Koran Sindo, halaman 5

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Indonesia, salah satunya dengan menaikkan standar kelulusan ujian sertifikasi bagi para guru.  Hal itu diungkapkan Dirktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata.

Pranata berharap, dengan standar nilai tinggi, guru yang mengikuti ujian sertifikasi benar-benar harus memperbaiki kualitas diri agar bisa lulus ujian. Dan yang lebih penting, setelah lulus kualitas mereka meningkat. Karena, ungkap Pranata, berdasarkan penelitian Bank Dunia, tidak ada perbedaan signifikan kualitas guru yang sudah bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi.

Meski demikian, lanjut Pranata, kebijakan terasebut tidak harus disikapi secara reaksioner oleh para guru. Kemendikbud tetap memberikan kelonggaran bagi guru yang tidak lulus ujian sertifikasi untuk dapat mengulang ujiannya kembali. Ujian tersebut bisa diikuti para guru tanpa harus mengikuti Pendidikan Latihan dan Profesi Guru (PLPG) dari awal.

Pranata menjelaskan, ujian sertfikasi guru kini sistemnya seperti TOEFL, karena ujian dilakukan di Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk Kemendikbud. Tahun ini, PPLG akan diikuti 69.259 guru, baik yang diangkat sebelum 2005 maupun setelah 2005. PPLG 2016 itu akan diselenggarakan mulai Oktober dan rampung pada Desember.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s