Indonesia Giat Perbaiki Akses Pendidikan Berkualitas

http://www.jakartaglobe.beritasatu.com

Para delegasi pada saat pembukaan GESS Indonesia, sebuah acara pendidikan dan konferensi terbesar di Asia Tenggara, Rabu (14/09), diberitahu bahwa memperbaiki akses pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu tantangan utama pemerintah Indonesia yang saat ini tengah giat dilakukan.

Ananto Kusuma, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan, belum semua orang bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang sama, terutama pada daerah terpencil di Tanah Air Sekarang ini, teknologi yang canggih bisa membuat sebuah perubahan sehingga siswa di daerah perbatasan bisa mendapatkan layanan pendidikan yang sama seperti yang ada di Pulau Jawa.

Ananto menyebut peran Sektor swasta turut membantu dalam menangani permasalahan ini, seperti inisiatif kemitraan dengan Google Educators dan British Council.

Dalam upacara pembukaan acara pendidikan yang berlangsung selama 3 hari tersebut, banyak berkumpul para tokoh kalangan pendidikan dan industri terkemuka untuk berbagi wawasan mereka tentang peluang dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor pendidikan. Antara lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat; Tazeen Fasih, ekonom senior di Education Global Practice World Bank; Dr Gatot Hari Priowirjanto, Direktur Southeast Asian Ministers of Education Secretariat (Seames); Syarika Bralini, Ketua Komite Inovasi Kebudayaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin); dan Peter Massey, Direktur Pengelola Tarsus untuk wilayah Asia Tenggara, perusahaan induk dari F&E Education, yang menyelenggarakan GESS Indonesia.

Lebih dari 4.000 profesional dalam bidang pendidikan diharapkan dapat mengunjungi acara selama tiga hari ke depan itu untuk belajar dari para ahli pendidikan lokal dan internasional, yang akan tampil lebih dari 120 sesi, lokakarya dan presentasi yang meliputi berbagai topik dan tema yang dirancang guna meningkatkan kualitas belajar mengajar di Tanah Air.

Menurut Ananto, Indonesia telah membuat langkah besar dalam mengembangkan sektor pendidikannya. Karena, ketika Indonesia merdeka pada 1945, sekitar 95 persen penduduk Indonesia masih buta huruf. Sementara , kini tinggal 3,6 persen masyarakat Indonesia yang buta aksara.

Project Direkur F&E Education Matt Thompson mengatakan, mereka senang menjadi mitra guna membantu para pemangku kepentingan di bidang pendidikan mencapai tonggak baru dengan menyediakan platform untuk bertukar ide dan praktik terbaik yang akan mendorong sektor pendidikan ke tingkat yang lebih baik, karena Indonesia terus menunjukan kemajuannya dalam mengembangkan sektor pendidikannya. Ia menambahkan, selama konferensi berlangsung, lebih dari 100 perusahaan yang mewakili lebih dari 20 negara akan menampilkan produk terbaru dan solusi terbaik guna meningkatkan pengalaman belajar mengajar di sekolah-sekolah di seluruh pelosok Tanah Air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s