Menristekdikti Bantah Intervensi Pemilihan Rektor

www.republika.co.id

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9) malam, membantah dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemilihan rektor di sejumlah universitas. Menurutnya, proses pemilihan rektor sudah berdasarkan aturan internal di masing-masing universitas yang merujuk kepada peraturan pemerintah.

Nasir menjelaskan, dalam prosesnya, nama calon rektor memang diajukan kepada Kemenristek Dikti oleh pihak universitas. Setelah nama-nama tersebut telah memenuhi kriteria, maka dilanjutkan dengan proses pemilihan. Pihak universitas, katanya, berhak mengajukan tiga nama calon rektor.

Menristekdikti, lanjut Nasir, memiliki persentase wewenang suara sebanyak 35 persen dalam menentukan calon rektor terpilih. Namun, Nasir menegaskan tidak pernah menyalahi aturan dalam menggunakan wewenang itu. Nasir mengaku telah menerima laporan dugaan penyalahgunaan wewenang pemilihan rektor dari Ombudsman. Ia pun meminta agar laporan tersebut segera ditelusuri lebih lanjut kebenarannya.

Sebelumnya, anggota Ombudsman Indonesia Bidang Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, Laode Ida, meminta Menristekdikti segera mengevaluasi kinerja jajarannya. Laode menuturkan, selama beberapa bulan terakhir telah menerima tiga laporan dugaan  pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Kemenristekdikti. Dugaan pelanggaran itu merujuk kepada pelaksanaan proses pemilihan rektor. Di samping persoalan proses pemilihan, Menristekdikti juga diduga melakukan penyalahgunaan wewenang sebanyak 35 persen suara dalam pemilihan rektor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s