Gerakan Cinta Damai untuk Mengakhiri Tawuran dan Intimidasi

The Jakarta Post, halaman 2

Purwa Lintang, seorang anak kelas 12 penyandang autis, naik ke panggung dan dengan antusias menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris mengenai pesan perdamaian di sebuah aula SMA Negeri 74 Jakarta, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Purwa mengatakan perdamaian adalah suatu kondisi dimana ketika orang dapat memecahkan masalah mereka tanpa melibatkan sedikitpun tindakan kekerasan.

Ratusan teman-teman sekolahnya menanggapi pidato tersebut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan. Puluhan orang lainnya memeriahkan dengan mengangkat spanduk berwarna-warni bertuliskan “Peace begins with a smile”, “Peace can change the world” dan ekspresi lain yang mempromosikan harapan akan dunia yang lebih lebih damai.

Purwa mengatakan dirinya berharap acara ini dapat memperluat perdamaian dan ikatan antara pelajar, terutama dalam mengatasi citra buruk dari masyarakat tentang sekolah menengah di Jakarta yang sering dikaitkan dengan tindakan kekerasan, perkelahian dan intimidasi.

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perdamaian Internasional, sebuah acara yang disponsori oleh badan PBB. Sekolah yang memiliki sejarah sengan siswa yang melakukan tawuran dan intimidasi, bekerjasama dengan Yayasan Perdamaian Dunia (GPF) mengadakan acara tersebut, dengan tema utama mereka yang bertajuk “Building Blocks for Peace”

Tedy Domuli, manajer pendidikan GFP Indonesia, mengatakan, acara ini bertujuan untuk menanamkan toleransi dan harmoni di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 74 Jakarta, Markorijasti mengakui bahwa sekolahnya telah lama diasosiasikan dengan tindak kekerasan karena rekam jejak keterlibatan sekolah itu dengan tawuran sekolah. Bahkan, ia menambahkan, berdasarkan laporan yang dirilis Dinas Pendidikan setempat, sekolah tersebut menempati urutan kelima dalam daftar sekolah yang paling sering terlibat dalam tawuran. Ia berharap, melalui event cinta damai tersebut akan memperkuat ikatan antar sesama siswa yang pada akhirnya akan merubah citra dan persepsi buruk sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s