Nusa Tenggara Barat Mendapat Dana Pendidikan

The Jakarta Post, halaman 5

Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menyediakan dana sebesar A$ 48 juta (US$ 36,26 juta) dalam bentuk hibah untuk membiayai Program Indonesian School Children Innovation (Inovasi) yang akan dilakukan di enam kabupaten di Nusa Tenggara Barat dari tahun 2016 hingga 2019.

Konselor Kerjasama bidang Pembangunan Manusia, Kedutaan Australia Sarah Lendon, Senin (19/09), usai melakukan penunjukan enam kabupaten penerima Inovasi di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Mataram, mengatakan, mereka akan memberikan dana sebesar A$ 12 juta per tahun untuk program Inovasi untuk enam kabupaten di NTB. Dia mengatakan, program ini akan berjalan untuk periode 2016-2019 dan dapat diperpanjang selama empat tahun lagi.

Lendon mengatakan program Inovasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa, terutama dalam pelajaran matematika dan membaca untuk siswa tingkat SD dan SMP. Program Inovasi di NTB merupakan proyek percontohan hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemprov NTB. Lendon mengatakan program ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan mencari solusinya bersama dengan kabupaten mitra.

Menurut Lendon, sebagai program pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran untuk baca tulis dan menghitung di tingkat pendidikan dasar, Inovasi akan bekerja dengan para guru, mitra, kepala sekolah, pengawas sekolah, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mencari sebuah terobosan baru. Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini, Australia juga telah membantu Indonesia dalam bidang pendidikan yaitu membantu pembangunan 41 gedung SMP, melakukan akreditasi untuk 132 madrasah, dan meningkatkan kapasitas 564 guru dan 394 kepala sekolah.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan, program Inovasi di NTB adalah program pertama yang juga nantinya akan direplikasikan di daerah lain di masa depan. Nizam mengakui bahwa tingkat baca tulis dan berhitung siswa SD dan SMP di Indonesia masih sangat rendah. Banyak siswa kelas empat SD di Tanah Air yang masih belum bisa memenuhi standar baca tulis dan menghitung.

Nizam menambahkan bahwa program Inovasi akan berupaya untuk menemukan dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi di tingkat sekolah, dan akan merumuskan solusi dengan menggunakan metode dari bawah ke atas yang melibatkan konsep dan ide-ide yang bearasal dari sekolah, siswa, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah. Hal ini berbeda dengan program pemerintah yang umumnya diarahkan dari atas ke bawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s