Kebijakan FDS Harus Fleksibel

Media Indonesia, halaman 13

Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melanjutkan penerapan kebijakan sekolah sehari penuh, atau lebih dikenal dengan istilah full day school (FDS), diharapkan mempertimbangkan aspek kebinekaan. Artinya, tidak berlaku sama untuk setiap daerah di Indonesia.

Pasalnya, menurut pakar pendidikan Doni Koesoema, yang harus ditekankan bukanlah persoalan FDS-nya, melainkan lebih kepada penguatan pendidikan karakter yang didasarkan pada prinsip-prinsip kukuh dan rasional. Karena itu, implementasinya perlu disesuaikan dengan kondisi tiap daerah.

Pada intinya, jelas Doni, konsep ideal yang dipakai tidak boleh keluar dari yang dicita-citakan oleh Ki Hadjar Dewantara, yakni mengutamakan sinergisitas antara olahraga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati. Keempatnya harus diterjemahkan dalam pembelajaran di sekolah  melalui kegiatan ekstrakurikuler dan nonkurikuler.

Sebelumnya, Kemendikbud menyatakan akan melanjutkan kebijakan FDS dengan uji coba atau pilot project di sejumlah sekolah. Atas rencana itu, anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati menyarankan pemerintah untuk lebih dulu memetakan secara komprehensif sekolah-sekolah di provinsi yang akan disertakan dalam uji coba itu.

Dalam praktiknya, kata dia, kualitas sekolah negeri jauh di bawah sekolah swasta yang sudah menerapkan konsep FDS. Terlebih sekolah-sekolah negeri yang berada di daerah-daerah, sungguh memprihatinkan sehingga sulit menjalankan kosep FDS. Selain pemetaan data sekolah, pemerintah harus memiliki kajian akademik terkait rencana tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s