KIP Tak Diminati Anak Putus Sekolah

Indopos, halaman 16

Program Indonesia Pintar (PIP) berupa penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak usia sekolah 6-21 tahun ternyata kurang diminati siswa yang putus sekolah. Hingga 19 September 2016, data siswa yang masuk ke daftar pokok pendidikan dasar dan meenngah (Dapodik) baru 10,7 juta orang. Itupun yang terdaftar hanya siswa bersekolah.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan sebanyak 10,7 juta siswa yang akan menerima dana KIP ini rerata bersekolah. Sedangkan yang putus sekolah, pihaknya belum menerima laporannya. Kurang minatnya siswa putus sekolah ini, kata Hamid, kemungkinan karena tidak ada gerakan sosialisasi dan pendataan dari masing-masing desa/keluarahan. Mestinya setiap kepala desa/lurah memiliki data berapa siswa putus sekolah. Data ini kemudian diajukan kepada kepala sekolah.

Sementara itu nasib beruntung dirasakan oleh siswa di Papua dan Papua Barat. Tanpa melihat latar belakang siswanya berasal dari keluarga miskin atau kaya, Kemendikbud memutuskan untuk memberikan seluruh anak usia sekolah di kedua provinsi tersebut dana kartu Indonesia pintar (KIP). Kebijakan khusus tersebut diambil lantaran banyak petugas pendataan gagal mendapatkan data riil. Kendalanya lebih banyak masalah teknis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s