Program Beasiswa Dosen Ke LN Tak Penuhi Kuota

Koran Sindo, halaman 2

Ribuan dosen gagal mengikuti program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) Luar Negeri (LN) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) karena nilai Bahasa Inggris yang jeblok. Dari ribuan peserta BUDI LN, hanya sebanyak 168 dosen yang lolos. Padahal, kuota yang diberikan sebanyak 300 beasiswa.

Hal itu diungkapkan John Pariwono, staf ahli Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Kemenristek Dikti, di Jakarta, kemarin (25/9). Hal tersebut, lanjut John, harus menjadi perhatian karena para dosen seharusnya memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni mengingat sebagian besar literature pendidikan ditulis dalam Bahasa Inggris. Selain itu, eksistensi mereka di dunia pendidikan internasional juga ditandai dengan karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Bahasa Inggris.

John menjelaskan, sebenarnya Kemenristek Dikti telah meluncurkan program peningkatan kemampuan Bahasa Inggris bagi para dosen, tapi memang tidak bisa menjangkau seluruh dosen di Tanah Air. Namun, disamping lemahnya penguasaan Bahasa Inggris, kegagalan para dosen tersebut juga karena dokumen persyaratan yang tidak lengkap dan tidak ada dosen pembimbingnya.

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Kemenristek Dikti, hanya 10,6% dosen yang bergelar doctor. Angka tersebut masih sangat jauh dari target 20% jumlah doctor yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan nasional sumber daya manusia di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s