Karya Berbasis Lingkungan Mendominasi

Kompas, halaman 12

Penelitian berorientasi lingkungan merajai kompetisi ilmiah yang dihelat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Para pemenang diumumkan dalam Penganugerahan Kompetisi Ilmiah di Jakarta, Selasa (27/9). Kompetisi ilmiah itu terbagi dua, yakni National Young Inventor Award (NYIA) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR). Sebanyak 29 penemuan lolos ke babak final NYIA. Sementara 53 karya ilmiah masuk babak final LKIR.

Juri internasional Alan West dan Gerard Hughes terkesan dengan banyaknya penemuan ataupun karya ilmiah yang berorientasi pada lingkungan. Menurut West, hal tersebut sangat penting sebab generasi mudalah yang akan membantu komunitas global mengatasi isu lingkungan.

Kotak detektor karbon karya Feriawan Tan dan Aan Aria Nanda dari SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Timur, menjuarai NYIA ke-9 ini. Kotak tersebut mampu mendeteksi karbon dioksida dan karbon monoksida di udara. Pemenang kedua NYIA, Ryan Timothy Abisha, menciptakan tempat sampah pintar yang dapat memilah sampah berdasarkan kategorinya. Sementara itu, Asep Salim dan M Alfarisi dari SMK Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat, di peringkat ketiga dengan temuan sistem mitigasi bencana banjir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s