Guru Menjadi Media Pembelajaran

Kompas, halaman 11

Pelatihan program penguatan pendidikan karakter atau PPK bagi para guru dan tenaga kependidikan dari sekolah-sekolah percontohan diharapkan bisa mendobrak metode pengajaran yang umumnya bersifat terlalu teknis. Program ini tidak bisa berjalan bila guru dan tenaga kependidikan tak mampu berfikir kreatif.

Konselor pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Mamat Supriyatna, Rabu (28/9), mengatakan,  PPK bertujuan membiasakan pendidikan karakter di dalam keseharian lingkungan sekolah. Lima komponennya adalah nasionalisme, integritas, gotong royong, kemandirian, dan religiusitas.

Menurut Mamat, lima komponen tersebut tidak berdiri sendiri di dalam mata pelajaran  tertentu, tetapi harus tercakup di dalam semua hal yang dibahas di sekolah. Misalnya, dalam pelajaran matematika, siswa dapat belajar cara menghitung dengan tepat, dan guru harus memberikan masukan bahwa kepandaian berhitung bisa dimanfaatkan dalam berbagai jenis pekerjaan dan keterampilan yang berguna dalam pembangunan bangsa.

Senada dengan itu, Lanny Anggraini dari Satuan Tugas Literasi Sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, bahwa guru berperan sebagai media pembelajaran di sekolah. Guru bisa mengarang cerita yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan kreatif memaparkan cerita dengan visualisasi, apabila di sekolah tidak ada buku cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s