Orangtua Dukung Rencana Pembatasan Penggunaan Gawai

The Jakarta Post, halaman 2

Orangtua yang khwatir tentang ketergantungan penggunaan gawai yang berlebihan pada anak-anak mereka menunjukan dukungan positif atas rencana pemerintah untuk memberlakukan kebijakan dalam membatasi penggunaan gawai pada anak-anak.

Pemerintah merencanakan untuk mengeluarkan peraturan yang membatasi anak dalam menggunakan gawai dan internet setelah maraknya kasus pornografi dan prostitusi yang melibatkan anak-anak baru-baru ini.

Ratih Komala, 33, salah satu orangtua, mengatakan meskipun dirinya belum mempelajari lebih lanjut detail regulasi tersebut, namun, dirinya mendukung rencana itu sebab anak balitanya yang berumur 3 tahun memiliki adiksi menggunakan teknologi dalam gawai. Ia mengharapkan rencana baik dari pemerintah itu diikuti dengan saran atau solusi yang konkrit bagi orangtua tentang bagaimana teknis pembatasan penggunaan gawai tersebut. Ia mengaku, bagi orang tua, terkadang ada perasaan lega ketika anak-anak tetap berada dirumah dan tenang dirumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi mereka apabila terlalu adiksi terhadap gawai dan lupa bagaimana bersosialisasi dengan teman-temannya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise pada hari Rabu kemarin, mengatakan, kecanduan anak-anak terhadap gawai dan internet telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Hal itu mendorong dirinya untuk membuat Peraturan Pemerintah (PP) untuk membatasi akses anak-anak terhadap teknologi.

Wakil kementerian perlindungan anak, Wahyu Hartomo, mengatakan, salah satu poin yang termasuk dalam peraturan tersebut adalah untuk mendorong pemerintah daerah dan lembaga pendidikan daerah untuk mengatur penggunaan gawai di daerah masing-masing. Wahyu mengatakan salah satu poin lainnya adalah mengatur orangtua yang ingin membelikan ponsel untuk anak-anak. Jika anak mereka masih duduk di bangku SMP, ponsel mereka harus berjenis ponsel yang hanya memiliki fungsi SMS dan panggilan telepon tanpa fitur yang memungkinkan akses ke internet.

Orang tua yang tidak mematuhi hukum ini, begitu sudah di tetapkan undang-undangnya, akan diberikan sanksi. Namun, Wahyu menambahkan, pihaknya belum menentukan bentuk sanksi tersebut – apakah dalam bentuk sanksi sosial atau hal lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s