Dibuka Peluang Mengisi Guru Produktif

Kompas, halaman 12

Sebanyak 15.000 guru SMK dan SMA diberi kesempatan untuk mengisi kekurangan guru produktif di SMK. Para guru bidang ilmu murni ini disiapkan untuk menjadi guru produktif di SMK dengan keahlian yang spesifik, seperti pertanian, kemaritiman/kelautan, bisnis, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan, alih fungsi guru adaptif SMK da guru SMA untuk menjadi produktif ini merupakan langkah mendesak untuk mengisi kekurangan guru produktif SMK saat ini. Hingga 2019, pemerintah menargetkan dapat memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK sekitar 91.000.

Sebagai langkah pertama, para guru yang dialihfungsikan menjadi guru produktif diberi sertifikat profesi kedua atau tambahan. Mereka bisa mengajar bisang studi produktif di SMK yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.

Guru yang bersedia dipersilakan mendaftar secara daring yang dibuka pada 8-22 Oktober. Mereka dites secara daring untuk mengetahui kemampuan dan potensi keahlian yang sesuai. Menurut Sumarna, guru adaptif, seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris yang dialihfungsikan sebanyak 5.700 orang. Terbanyak dari SMA, berjumlah 9.300.

Praktisi SMK Priyanto mengatakan, pengalihfungsian guru menjadi guru produktif tidak terlalu bermanfaat dan menghabiskan anggaran. Sebab, guru produkti selain kompeten mengajar juga perlu matang dalam memahami perkembangan industri lewat magang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s