Masih Ada 5,9 Juta Warga Buta Huruf

Koran Sindo, halaman  2

Menjelang puncak Perayaan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 di Palu Sulawesi Tenggara pada 20 Oktober 2016 mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan penurunan angka buta aksara di Indonesia dari 14,89 juta orang di tahun 2005, kini penyandang buta aksara di Indonesia hanya 5,9 juta jiwa.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar, kemarin di Jakarta mengatakan, salah satu kendala sulitnya pemberantasan buta aksara di Indonesia adalah karena mereka terpencar di berbagai lokasi terpencil sehingga sulit dilakukan pendampingan.

Harris mengatakan, upaya penuntasan buta aksara terus dilakukan Indonesia melalui proram keaksaraan yang dijalankan Kemendikbud. Program-program tersebut antara lain melakukan kerjsa sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam upaya gerakan masif penuntasan tuna aksara. Selain itu, ada program pemberdayaan masyarakat seperti taman bacaan masyarakat (TBM) atau penyelenggaraan bengkel literasi yang mengundang komunitas literasi.

Harris menyampaikan, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan tingkat penyandang buta aksara tertinggi secara nasional, yaitu sebanyak 1,4 juta orang. Jember merupakan kabupaten terbanyak dengan 167.118 penyadang buta aksara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s