Perlu Sinergikan Biaya Pendidikan

Kompas, halaman 11

Pendidikan harus dilihat sebagai investasi masa depan yang perlu dipersiapkan dengan baik sejak sekarang. Namun, dunia saat ini menghadapi tantangan menurunnya investasi dalam pendidikan, berkebalikan dengan investasi pembangunan infrastruktur. Padahal, dunia berkomiten memastikan bahwa semua anak harus dapat menikmati pendidikan. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Ananto Kusuma Seta mengatakan, saatnya mendorong peran serta masyarakat, termasuk orangtua siswa, untuk membiayai pendidikan.

Ananto menjelaskan, di tengah tantangan untuk tetap berkomitmen terhadap investasi pendidikan, Indonesia terpilih menjadi salah satu anggota dalam The International Commision on Financing Global Opportunity atau The Education Commision, sebauh grup pemimpin dunia di bawah koordinasi PBB. Ia mengungkapkan, urusan pendanaan pendidikan tak hanya mengandalkan pemerintah dan pemerintah daerah. Peran serta masyarakat juga dibuka. Di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, keterlibatan masyarakat dalam pendanaan pendidikan juga ada.

Menurut Ananto, salah satu upaya yang dilakukan Kemdikbud yakni kembali mendorong peran serta masyarakat termasuk orangtua siswa. Bantuan dari orangtua siswa ataupun komponen masyarakat lainnya untuk memberikan bantuan pendanaan pendidikan di sekolah dibuka, termasuk memperbarui peran kepala sekolah sebagai manajer yang mampu menggalang dana dari masyarakat. Demikian pula Komite Sekolah juga berperan untuk mencairkan bantuan dana pendidikan dari berbagai pihak.

Secara global, investasi pendidikan dari bantuan yang saat ini senilai 3,5 miliar dollar AS ditargetkan meningkat menjadi 20 miliar dollar AS pada tahun 2020. Investasi ini untuk menyediakan pendidikan bagi sekitar 850 juta anak di negara berpendapatan rendah dan menengah yang tidak memiliki keterampilan dasar untuk menghadapi pasar tenaga kerja.

Imam Usman, perwakilan Youth Panel The Education Commision dari Indonesia mengatakan, tantangan dunia saat ini bukan sekadar membuat anak-anak muda berada di sekolah. Setelah mereka berada di sekolah, juga harus dipastikan mereka mendapatkan pendidikan bermutu agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Jadi, belajar bukan sekadar menyelesaikan mata pelajaran. Hal ini berarti butuh jaminan kualitas pengatar dan materinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s