Pacu Minat Perempuan Jadi Peneliti

Kompas, halaman 12

Peran peneliti dibutuhkan untuk menghasilkan beragam inovasi yang mendukung peningkatan kesejahteraan umat manusia. Sayangnya, dunia penelitian saat ini diperhadapkan pada tantangan akan minimnya minat anak muda terhadap dunia penelitian. Demikian pokok pikiran dalam bincang-bincang bersama sejumlah pemerhati riset dan perempuan yang diprakarsai L`Oreal Indonesia, di Jakarta, Kamis (6/10).

Dalam forum itu terungkap, Indonesia punya rasio peneliti yang rendah dibanding negara-negara lain. Data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menunjukkan, rasio peneliti yakni 90 orang dari 1 juta penduduk. India yang kondisinya hampir sama dengan Indonesia memiliki 140 peneliti per 1 juta penduduk. Melanie Masriel, Head of Communication PT L`Oreal Indonesia mengatakan, jumlah peneliti harus terus ditambah, terutama perempua peneliti. Di dunia, persentase perempuan peneliti 30 persen dari total peneliti.

Di Indonesia, perempuan peneliti hanya 31 persen. Pada 2013, jumlah peneliti Indonesia 10.111 orang, lalu pada 2015 menjadi 11.069 orang. Pada 2014, hanya 0,2 persen mahasiswa yang lanjut ke jenjang doktoral. Padahal, di jenjang S-1, jumlah perempuan mahasiswa lebih banyak, yakni 52 persen.

Ines Atmosukarto, CEO salah satu perusahaan penelitian di Canberra, Australia, mengatakan, minat jadi peneliti bagi generasi muda minim. Sebab, tantangannya dinilai berat, tetapi penghargaan minim. Ia juga mengatakan, perempuan belum terwakili secara seimbang dalam dunia penelitian. Padahal, perempuan memiliki potensi dan keunggulan juga dalam penelitian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s