Sekolah di Perbatasan Jadi Fokus Perhatian

Media Indonesia, halaman 13

Untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah perbatasan pada layanan pendidikan, pemerintah akan membangun sekolah-sekolah berasrama. Diharapkan, pada 2017, sekolah-sekolah tersebut dapat berjalan efektif. Hal iitu dimaksudkan untuk mengatasi kendala geografis bagi siswa yang jauh tempat tinggalnya. Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada pertemuan Kolese Pendidikan Guru (KPG) di Kabupaten Merauke, Papua Barat, kemarin (6/9).

Menurut Muhadjir, selama ini pemerintah daerah (pemda) belum menggarap sektor pendidikan di daerah perbatasan secara maksimal. Ia mengimbau pemda/pemkot untuk turut peduli dan wajib mengalokasikan 20% APBD untuk bidang pendidikan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Papua, Charles Simaremare, menyambut positif rencana pengembangan sekolah-sekolah berasrama di wilayah perbatasan. Hal itu ditujukan guna meningkatkan pendidikan di daerah perbatasan dan memajukan sumber daya manusia di wilayah ini di masa depan.

Sementara, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, mengatakan, pihaknya siap jika diminta pemda menyeleksi dan mendistribusikan guru di daerah perbatsan. Untuk wilayah perbatasan seperti Merauke, pihaknya telah mengirim 56 guru dari program Sarjana Mendidik di wilayah Tertinggal, Terdepan dan terluar (SM3T).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s