Reformasi Sekolah Kejuruan Menghadapi Tugas Berat

The Jakarta Post, halaman 2

Seperti kebanyakan dari teman-teman mereka, Remingo Archam Chardillas, Ilham Unggul Pambudi, dan Fallah Hanif Chandra siswa kelas 9 di SMP Negeri 109, Jatiwaringin, Jakarta Timur, mulai mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi ujian nasional yang akan datang pada tahun terakhir sekolah mereka.

Mereka berharap untuk masuk SMA Negeri 81 Jakarta, salah satu SMA terbaik di sekitar Jakarta Timur. Mereka tidak berpikir untuk melanjutkan sekolah ke sekolah menengah kejuruan (SMK), meskipun mereka tahu bahwa setelah lulus dari SMK mencari pekerjaan akan lebih mudah. Remingo  mengatakan, dirinya ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi sehingga ia dapat bekerja di sebuah perusahaan pertambangan.

Ilham dan Fallah tidak ingin melanjutkan sekolah mereka di SMK karena membayangkan sekolah kejuruan memiliki reputasi yang buruk di mata masyarakat. Ilham mengatakan bahwa sekolah menengah kejuruan lebih sering dianggap sebagai pilihan terkahir bagi para siswa yang gagal melanjutkan sekolah mereka ke SMA. Fallah menambahkan bahwa sekolah menengah kejuruan lebih identik dengan tawuran daripada keunggulan akademisnya.

Fakta mengatakan bahwa sekolah kejuruan tetap tidak populer di kalangan siswa sekolah menengah pertama dan hal tersebut merupakan tantangan serius bagi pemerintah dalam mereformasi sekolah kejuruan di Indonesia.

Pakar Pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin Soefijianto mengatakan, pada September lalu, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) dengan tujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan kejuruan dan memastikan bahwa tenaga kerja lulusan sekolah kejuruan itu akan terserap oleh industri negara. Namun, nampaknya rencana tersebut akan gagal apabila banyak siswa SMP tidak pernah mempertimbangkan atau tidak tertarik untuk masuk SMK sebagai pilihan terbaik mereka untuk karir di masa depan.

Dirinya menambahkan, seharusnya ada pihak khusus dalam mendorong para lulusan SMP untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan. Pemerintah harus menunjukan lulusan yang terbaik SMK sebagai contoh produk dari pendidikan kejuruan. Terlepas dari kampanye dan promosi, perlu diadakan juga peningkatan kualitas guru dan prasarana sekolah dalam sistem pendidikan kejuruan.

Guru dengan keahlian dalam bidang pertanian sering kali diminta untuk mengajarkan keterampilan yang lainnya, seperti manajemen dan komputer. Banyak pula sekolah di daerah tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk memperluas keterampilan siswanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s