Orang Tua Harus Awasi Perilaku Anak

Koran Sindo, halaman 16

Pornografi pada anak-anak menjadi permasalahan yang amat penting. Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak diketehui 97% dari 4.500 remaja di 12 kota di Inonesia pernah melihat pornografi. Begitu juga kalangan siswa, yakni 60% dari 2.818 siswa pernah menonton tayangan yang tidak senonoh itu.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, kemarin, mengatakan, pornografi berdampak buruk bagi perkembangan otak anak. Menurut Kak Seto, sapaan akrabnya, pornografi merupakan perilaku menyimpang yang terjadi pada anak-anak kurang mendapatkan pegawasan dan perhatian orang tua ataupun guru. Perilaku menyimpang, imbuh  Kak Seto, terjadi pada anak karena aktivitas yang tidak terkontrol, disebabkan orang tua yang terlalu sibuk, tidak ada komunikasi dan tuntutan terlalu tinggi, kekeran pada anak, tidak tahu potensi anak, ambisi orang tua dan guru serta diskriminasi.

Kak Seto menyebutkan saat ini para orang tua sedang berlomba dengan predator seksual yang berkeliaran. Karena itu, keluarga seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk tumbuh dengan nyaman. Diperlukan komunikasi yang efektif terkait dengan psikoseksual antara anak dengan orang tua maupun guru. Dia mengatakan, anak diarahkan untuk belajar tidak hanya ilmu matematika dan pelajaran lainnya, tetapi juga perlu diajarkan moral, etika, dan agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s