Presiden Diminta Terbitkan Perppu Pencegahan Pernikahan Usia Anak

www.beritasatu.com

Presiden Joko Widodo diharapkan segera menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang pencegahan pernikahan usia anak. Perppu ini dinilai mendesak untuk mengoptimalkan perlindungan anak, terutama anak perempuan. Perppu pencegahan pernikahan usia anak adalah tuntutan utama yang disampaikan anak-anak pada peringatan Hari Anak Perempuan Internasional, Selasa (11/10).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan, tuntutan anak perempuan ini akan menjadi bahan masukan bagi pihaknya untuk membuat draf Perppu pencegahan pernikahan usia anak. Ia mengatakan, melihat kondisi anak Indonesia saat ini, ia menilai Perppu ini mendesak untuk diterbitkan. Perppu ini semakin memperkuat upaya untuk mencegah perkawinan usia dini, sehingga mencegah anak mengalami kekerasan dalam keluarga.

Angka perkawinan usia anak atau di bawah 18 tahun di Indonesia masih tinggi, sekitar 23 persen. Ini berdasarkan laporan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Dunia untuk Anak (UNICEF) belum lama ini.

Analisis yang dilakukan pada 2015 tersebut juga menunjukkan penurunan angka perkawinan usia anak (sebelum 18 tahun) cenderung stagnan, yaitu hanya menurun tujuh persen dalam waktu tujuh tahun. BPS juga mencatat angka kejadian atau prevalensi pernikahan anak lebih banyak terjadi di pedesaan sebesar 27,11 persen, dibandingkan di perkotaan 17,09 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s