Sekolah Rusak Masih Klasik

Kompas, halaman 11

Upaya peningkatan mutu pendidikan di jenjang sekolah dasar bukan hanya terkendala aspek nonfisik. Aspek fisik, seperti kerusakan bangunan sekolah atau ruangan kelas, juga masih jadi masalah klasik. Tak tuntasnya perbaikan berpangkal dari pendataan yang tak tepat. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Wirdayat mengatakan, saat ini sedang dibangun Sistem Tata Kelola SD. Salah satu fokusnya adalah pendataan kondisi sekolah sampai ke aspek teknis untuk menunjang rehabilitasi.

Dengan demikian, ketika sekolah rusak ringan, sedang, dan berat, dapat diketahui secara teknis mengenai jumlah ruangan, jenis kerusakan, serta hitungan pembiayaannya. Menurut Wowon, pendataan kondisi sekolah dalam Data Pokok Pendidikan dilengkapi lagi dengan informasi teknis. Selama ini hal tersebut tidak ada. Hal itulah yang tengah dibangun untuk mendata kondisi secara riil 148.000 SD.

Pendataan kondisi SD secara online di aplikasi Sistem Tata Kelola SD melibatkan 611 SMK bidang keahlian teknik bangunan. Para guru dan siswa SMK yang terlibat di seluruh Indonesia memahami kondisi teknis bangunan, hingga membuat perencanaan gambar bangunan, serta mengawasi pelaksanaan pembangunan secara swakelola sekolah yang rusak. Dari pendataan yang dimulai di sekolah-sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga Oktober ini, dari 7.254 SD yang terverifikasi, tercatat 10.868 ruangan kelas rusak. Menurut Wowon, pada 2017, Kemdikbud mendapatkan anggara sekitar Rp 1,3 triliun untuk perbaikan SD.

Wowon menyesalkan sejumlah pemerintah kota/kabupaten yang tidak memiliki data akurat seputar sekolah yang rusak. Sikap abai seperti itu dengan sendirinya melanggengkan proyek perbaikan sekolah yang tidak tepat sasaran. Ia juga menyoroti praktik percaloan untuk mendapatkan proyek rehabilitasi. Jika hal ini tidak dihentikan, proyek rehabilitasi akhirnya hanya dinikmati segelintir sekolah yang mampu membuat proposal atas dukungan calo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s