Sertifikasi Guru Belum Efektif

Kompas, halaman 11

Sertifikasi guru belum efektif meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Perlu revitalisasi pendidikan guru untuk mendongkrak mutu belajar-mengajar di sekolah. Hal ini mencuat dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia VIII, Kamis (13/10) di Jakarta. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas Subandi Sardjoko mengungkapkan, sampai saat ini, metode pembelajaran yang digunakan guru masih condong pada pendekatan ekspositoris. Dalam metode ini, guru menerangkang pelajaran secara dominan. Tidak ada kesempatan bagi siswa untuk berdiskusi dan berkreasi dengan materi pelajaran.

Paparan Subandi merujuk pada penelitian Bank Dunia pada 2014 yang menunjukkan, sertifikasi guru memang memberikan dampak pada kesejahteraan guru, tetapi belum bisa menaikkan mutu pembelajaran. Diukur dari hasil ujian nasional, sertifikasi belum membawa perubahan yang signifikan dalam proses belajar siswa. Padahal, Kurikulum 2013 telah berorientasi pada proses pembelajaran yang terpusat pada siswa.

Profesor Akademi Pendidikan dari Universitas Turku, Finlandia, Erno Lehtinen menyatakan, peningkatan mutu pendidikan tak diukur dari sertifikasi, tetapi dari kualitas guru. Ini didapat dari mutu pendidikan dalam lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Erno membagi lima kunci dalam pendidikan guru yang berkualitas. LPTK harus berfokus pada kemampuan beradaptasi, pengetahuan pedagogi dab bukti saintifik, serta pengetahuan konten pelajaran dan pedagoginya. LPTK juga mesti menumbuhkan etika profesional dan memberikan praktik secara kontinu.

Pada sesi lain, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menyatakan, salah satu titik lemah guru Indonesia ada pada tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). Saat ini SMK kekurangan 91.861 guru produktif. Pemerintah berupaya menambalnya dengan alih fungsi guru SMA dan revitalisasi pendidikan guru SMK. Selain menggenjot guru dari LPTK, pemerintah juga berupaya menarik lulusan politeknik untuk menjadi guru SMK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s