Sri Mulyani: Program Pengampunan Pajak Langkah Pertama Kurangi Kemiskinan dan Ketimpangan

www.jakartaglobe.beritasatu.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (17/10), mengatakan, program pengampunan pajak merupakan program andalan Indonesia dan langkah pertama dari reformasi pajak yang akan digalakkan oleh pemerintah secara lebih luas dan akan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan negara untuk membiayai program pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tujuan utama dari program itu adalah untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

Sri membuat pernyataan tersebut di depan lebih dari 2.000 pemuda Indonesia yang menghadiri acara Supermentor ke-16 di Jakarta. Acara tersebut merupakan gagasan mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang juga pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia. Indonesia saat ini tengah membutuhkan penerimaan pajak lebih guna mendistribusikan kekayaan yang dimiliki orang kaya di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat miskin.

Hasil dari pengumpulan pajak – yang ditargetkan mencapai Rp 1,539.2 triliun ($ 118 milyar) dalam APBN-P 2016 APBN – berkontribusi sebesar 86 persen dari total pendapatan pemerintah. Namun, rasio pajak terhadap PDB Indonesia masih rendah, yaitu berada pada level 11 persen. Bandingkan dengan Malaysia (15,6 persen), Singapura (13,85 persen), Filipina (12,89 persen) dan Thailand (15.45 persen).

Sebelum Menkeu Sri menyampaikan sambutannya, Rodrigo Chaves, direktur Bank Dunia untuk Indonesia, mengatakan kepada pers bahwa pemerintah perlu berinvestasi dalam hal yang berhubungan dengan sumber daaya manusia, yang meliputi pendidikan, kesehatan dan pengembangan anak usia dini – dan infrastruktur untuk menghasilkan lebih banyak aliran modal dan meningkatkan produktivitas. Meratanya akses pendidikan dan kesehatan, lanjut Chaves, akan membantu anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan penghasilan yang layak guna mengakhiri lingkaran kemiskinan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), seganyak 28 juta orang masih hidup dalam kemiskinan, hampir mencapai 11 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa. Indonesia telah mengalokasikan 20 persen dari APBN-nya, atau sekitar Rp 416.6 triliun, untuk membiayai dana pendidikan. dan lima persen, atau Rp 104.1 triliun untuk kesehatan pada tahun 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s