5,6 Juta Orang Tuna-Aksara

Kompas, halaman 11

Sebanyak 5,6 juta warga Indonesia hingga saat ini masih tuna aksara. Selain itu, ada 26 kabupaten di 11 provinsi yang masing-masing mempunyai jumlah penduduk tuna aksara lebih dari 500.000 orang. Untuk mengatasinya, tak cukup dilakukan hanya melalui peningkatan kemampuan membaca dan menulis. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kemdikbud, Harris Iskandar, mengungkapkan, di tingkat nasional, selama satu dekade terakhir, program penuntasan tuna aksara menunjukkan hasil positif. Pada 2005, warga tuna aksara mencapai 9,55 persen atau 14,89 juta orang.

Pada 2015, angka itu turun menjadi 3,43 persen atau 5.629.943 juta orang. Capaian ini menunjukkan Indonesia melampaui target Deklarasi Dakar tentang Pendidikan untuk Semua (PUS) atau Education for All (EFA). Dalam target ini, Indonesia mengurangki angka tuna aksara menjadi tinggal separuhnya. Menurut Harris, tuna aksara diberantas dengan berbagai program, antara lain dengan memaksimalkan gerakan Indonesia membaca dan gerakan pendidikan pemberdayaan perempuan dan marjinal.

Dalam meningkatkan pemberantasan tuna aksara, Harris menceritakan, Kemdikbud tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga pemberdayaan ekonomi sosial, budaya, sains, dan literasi keuangan.

Berkurangnya jumlah warga tuna aksara mendapat apresiasi Zakki Gunawan, dari kantor UNESCO. Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah memperlihatkan komitmen untuk menuntaskan tuna aksara. Bahkan, upaya menuntaskan tuna aksara di kalangan muda bisa berjalan lebih cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s