Santri Belum Dapat KIP

Republika, halaman 5

Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 500 ribu santri pondok pesantren salafiah pada 2016 ini, masih nol. Padahal, santri pondok pesantren termasuk salah satu penerima manfaat KIP, seperti anak sekolah.

Deputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Agus Sartono mengatakan, 500 ribu KIP itu bagian dari 2,2 KIP yang disalurkan Kementerian Agama.  Alokasi 500 ribu KIP untuk pesentaren salafiah dikarenakan sekitar 80 persen santri salafiah berasal dari keluarga kurang mampu. Dia sudah menghubungi Direktur Pondok Pesantren Kemenag agar KIP para santri itu segera disalurkan.

Agus mengatakan, saat ini, ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia. Namun, tidak ada data yang pasti berapa jumlah pondok pesantren salafiah. Karenanya, dia mematok jumlah 500 ribu santri bisa menerima KIP.

Agus menjelaskan, tidak ada beda persyaratan untuk menerima KIP santri dengan siswa umum. Manurut dia, salah satu kendalanya adalah banyak santri yang beralamat di luar kota atau orang tuanya berada di luar kota, namun sebenarnya hal itu tidak seharusnya menjadi kendala. Dia berharap, agar dengan KIP para santri dapat membeli peralatan belajar mulai seragam, baju, buku hingga alat tulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s