Pemerintah akan Membuat Sekolah Kejuruan Modern dan menjanjikan

The Jakarta Post, halaman 3

Pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menempatkan sekolah kejuruan dalam posisi sangat penting, dimana para lulusannya diharapkan dapat memperkuat tenaga kerja di Tanah Air. Namun, hal itu masih terkendala karena sekolah menengah kejuruan (SMK) masih kurang populer di kalangan masyarakat kelas menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kini tengah berupaya untuk mengatasi kendala tersebut.

Kemendikbud berencana akan mengubah citra sekolah kejuruan menjadi lebih populer bagi anak-anak yang berasal dari kalangan masyarakat kelas menengah, dimana sebagian besar dari mereka masih berfikir bahwa melanjutkan pendidikan mereka melalui SMA merupakan pilihan tepat untuk memiliki karier yang lebih baik di masa depan.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Mustaghfirin Amin, mengatakan, mereka akan mengubah nama beberapa program kejuruan agar lebih menarik. Misalnya dengan mengubah jurusan ‘Cookery’  menjadi  ‘Cuisine’. Hal itu dimaksudkan agar program kejuruan yang ditawarkan lebih menarik.

Mustaghfirin mengatakan, semua program kejuruan juga akan disertifikasi oleh lembaga-lembaga internasional untuk menunjukkan kepada anak-anak dari keluarga kelas menengah bahwa melanjutkan pendidikan di SMK merupakan langkah yang menjanjikan bagi masa depan mereka.

Jokowi telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang bertujuan untuk meremajakan pendidikan kejuruan dalam upaya untuk memastikan bahwa tenaga kerja di Tanah Air akan benar-benar terserap industri. Agenda reformasi tersebut terutama ditujukan untuk menciptakan tenaga kerja berkualitas untuk mengisi kebutuhan di empat sektor, yaitu sektor maritim, pariwisata, pertanian dan industri kreatif. Namun demikian, para ahli mengatakan, agenda tersebut bisa saja gagal terwujud jika pemerintah gagal menarik minat para lulusan terbaik di SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK.

Dalam upaya untuk meningkatkan standar lulusan SMK sebelum mereka memasuki dunia kerja, Kemendikbud juga berencana untuk menetapkan Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI) untuk semua program pendidikan kejuruan yang saat ini berjumlah 142 program.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johnny Darmawan mengatakan, KKNI untuk sekolah kejuruan tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa lulusan SMK memiliki kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah pengangguran lulusan SMK telah meningkat selama tiga tahun terakhir ini. Lulusan SMK berkontribusi sebesar 9,84 persen terhadap tingkat pengangguran di Tanah Air pada bulan Februari 2016. Data tersebut meningkat dibanding tahun 2015 dan 2014 pada periode yang sama, yaitu masing-masing sebesar 9,05 persen dan 7,21 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s