Sekolah Asrama, Solusi di Kawasan Khusus

Koran Sindo, halaman 16

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membangun 140 sekolah berasrama di kawasan khusus.  Sekolah berasrama menjadi solusi bagi anak yang jarak rumah dengan sekolahnya sangat jauh.  Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Muhadjir mengatakan, nantinya siswa tidak perlu bolak-balik pulang, melainkan menginap di asrama yang fasilitasnya akan disediakan lengkap untuk menunjang pembelajaran. Rencananya, sekolah berasrama itu akan dibangun di Papua dan NTT dan menyusul ke daerah-daerah lainnya.

Muhadjir menjelaskan, sekolah berasrama di kawasan perbatasan ini akan bisa menerapkan sistem Full Day School (FDS) dengan lebih efektif. FDS di sekolah berasrama di kawasan khusus ini, lanjut Muhadjir, harus bertemakan NKRI agar rasa nasionalisme masyarakat di kawasan itu pun terbentuk maksimal.

Sementara, Senior Advisor for Knowledge Management and Communications Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia Totok Amin Soefijanto menjelaskan, pembangunan sekolah berasrama ini merupakan kebijakan bagus. Pasalnya, dia memandang pemerintah selama ini belum memperhatikan akses pendidikan di kawasan 3T hingga perbatasan.

Totok menyampaikan, pemerintah jangan hanya bertumpu pada jumlah sekolah melainkan harus menjaga kualitas sistem belajar di sekolah berasrama itu sendiri, sebab sekolah berasrama ideal bagi keluarga yang tidak siap mendidik anak. Dengan sekolah berasrama maka pendidikan kejujuran, kerja keras hingga disiplin pun bisa diberikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s