Penghapusan UN Bertahap Didukung

Republika, halaman 5

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan penghapusan ujian nasional (UN) secara bertahap. Salah satunya dengan penyelenggaraan Un tidak setiap tahun.

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Andreas Tambah, mendukung wacana tersebut karena UN tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan dan membuat sistem pembelajaran menjadi monoton serta membutuhkan anggaran yang juga besar. Ia mengusulkan, untuk seleksi ke jenjang yang lebih tinggi bagi anak yang sudah pasti memilih sekolah swasta tidak perlu mengikuti UN.

Selain penyelenggaran UN tidak tiap tahun, Kemendikbud juga mewacanakan penghapusan pelaksanaan ujian nasional pada 30 persen sekolah yang memiliki nilai akademik di atas rata-rata standar nasional. Sementara, bagi sekolah yang belum melampaui standar nasional, akan dilakukan peningkatan kualitas gurunya dan pembenahan-pembenahan.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Kemendikbud akan menjadikan ujian akhir sekolah (UAS) sebgai pengganti UN. Meski ada kekhawatiran potensi mark up nilai, penyelenggaraan UAS juga ditujukan untuk menguji integritas sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s