Perluas Pendidikan Inklusi

Republika, halaman 1

Wakil Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Mahmud Fasa meminta pemerintah memperluas akses pendidikan inklusi bagi difabel atau penyandang disabilitas guna memudahkan mereka memasuki dunia kerja. Sebab, mereka mempunyai keterampilan dan kemampuan namun sering terbentur tingkat pendidikan.

Mayoritas perusahaan-perusahaan, lanjut Mahmud, kini mencantumkan syarat pendidikan sekolah menengah atas (SMA) untuk persyaratan melamar pekerjaan. Hal itu dianggap memberatkan penyandang disabilitas karena kebanyakan mereka tingkat pendidikannya hanya lulusan SD dan SMP.

Mahmud menjelaskan, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas masih mengamanatkan syarat minimal pendidikan bagi penyandang disabilitas. Seiring penyusunan peraturan pelaksana UU dalam bentuk peraturan pemerintah (PP), PPDI berencana mendorong ditiadakannya syarat pendidikan tersebut.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Noor Laila, mengatakan, siswa penyandang disabilitas harus mendapat kesempatan luas dalam pendidikan. Sekolah inklusi harus lebih berkomitmen mengakomodasi siswa-siswa dari kaum difabel.

Senada dengan itu, Menristek Dikti M Nasir menyatakan, pendidikan tinggi memberikan akses seluas-luasnya kepada penyandang disabilitas karena mereka mempunyai hak sama dalam mengenyam pendidikan. Pemerintah berkewajiban memfasilitasi mereka di segala sektor, terlebih di sektor pendidikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s