WEF: Indonesia Membuat Sedikit Kemajuan dalam Kesetaraan Gender

www.jakartaglobe.beritasatu.com

Laporan World Economic Forum (WEF), Rabu (26/190), menempatkan pencapaian Indonesia dalam indeks kesenjangan gender global naik ke peringkat 88, dengan menutup celah kesenjangan sebesar 68 persen dari total kesenjangan secara keseluruhan. Laporan dari WEF Global Gender Report 2016 yang melakukan pemeringkatan terhadap 144 negara itu berdasarkan empat bidang utama, yaitu partisipasi dan kesempatan ekonomi pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, serta pemberdayaan politik.

Pencapaian yang sama juga diraih Indonesia dalam bidang kesehatan dan kelangsungan hidup. Posisi Indonesia naik dari peringkat 88 manjadi 58. Namun, pencapaian tersebut hanya mengalami sedikit kemajuan, yaitu sebesar 7 persen. Meskipun Indonesia telah memperbaiki posisinya dalam hal kesenjangan rasio gender pada saat lahir, namun hal itu bukan merupakan pencapaian yang signifikan, karena kebanyakan negara lain pun melakukan hal yang sama.

Kesenjangan dalam hal mengenyam pendidikan tinggi juga benar-benar telah diperbaiki, meskipun pencapaian dalam bidang pendidikan secara keseluruhan masih mencapai 2 persen, jauh dari hasil yang telah dicapai dalam bidang kesetaraan gender.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menutup celah kesenjangan gender dalam bidang partisipasi dan kesempatan ekonomi. Dalam satu dekade ini, persentase secara keseluruhan masih tidak berubah, namun peringkat Indonesia turun dari 67 ke 107. WEF mengungkapkan bahwa hal yang sama berlaku juga berlaku bagi negara-negara di seluruh dunia, dan menyatakan bahwa “Kemajuan menuju kesetaraan gender dalam bidang ekonomi telah melambat secara dramatis dengan kesenjangan – yang berada di kisaran 59 persen – sekarang kisarannya lebih besar dilihat dari periode mana pun sejak 2008.

Namun, jika dilihat lebih dekat lagi, Indonesia sepenuhnya telah menutup celah kesenjangan dalam hal jumlah pekerja profesional dan teknis.

Di atas semua itu, pemberdayaan politik merupakan bidang yang mendapatkan perhatian besar. Dengan nilai kesenjangan hanya 16 persen, bidang tersebut jauh dari bidang lainnya. Keterwakilan perempuan hanya 17 orang di parlemen dan 23 orang di posisi kementerian, berbeda dengan keterwakilan laki-laki yaitu masing-masing 83 dan 77 orang.

WEF memperkirakan bahwa diperlukan waktu 170 tahun untuk mencapai keseteraan gender dalam bidang ekomoni, lantaran lambatnya kemajuan yang ditunjukkan sejak 2013. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam segi gaji dan partisipasi angkatan kerja, meskipun faktanya bahwa di 95 negara, perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi sama jumlahnya atau lebih tinggi dibanding laki-laki. Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penghasilan. Menurut WEF, perempuan di seluruh dunia rata-rata memperoleh penghasilan hanya lebih dari setengah jumlah penghasilan laki-laki.

Faktor lainnya adalah partisipasi stagnan tenaga kerja perempuan secara global yang berada di kisaran 54 persen. Kecilnya jumlah perempuan untuk posisi-posisi penting di perusahaan membuat tantangan kesetaraan gender di dunia kerja semakin berat. Sebaliknya, di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi bidang yang paling menunjukkan kemajuan. Celah kesenjangan gender dalam bidang pendidikan berhasil ditutup pada kisaran 95 persen, sedangkan celah kesenjangan dalam bidang kesehatan dan kelangsungan hidup berhasil ditutup pada kisaran 96 persen.

Link: http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/indonesia-making-slow-progress-towards-gender-parity-wef/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s