Indonesia Bakal Kekurangan Dosen

Republika, halaman 4

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memperkirakan profesi dosen dan tenaga kependidikan akan langka dan mahal dan beberapa tahun mendatang. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti, dalam kurun waktu empat tahun mendatang, tercatat bakal ada sekitar 10 ribu dosen memasuki masa pensiun. Artinya, profesi dosen dan tenaga kependidikan semakin langka.

Menurut Ali, dalam kurun waktu dua tahun mendatang, hampir tak ada pembukaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk dosen, padahal kebutuhannya cukup mendesak. Saat ini, tenaga dosen di perguruan tinggi negeri baru ada sebanyak 5.350 orang. Saat ini sedang digodok aturan bagaimana mengangkat mereka sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Kemenristekdikti juga akan menghentikan tunjangan fungsional dosen-dosen perguruan tinggi yang masih berpendidikan sarjana. Menurut Ali Ghufron, menurut UU Guru dan Dosen yang disahkan pada 2005, tak ada lagi dosen yang mempunyai pendidikan sarjana pada 10 tahu setelah UU itu disahkan. Besaran tunjangan fungsional tersebut tidak terlalu besar bergantung pada jenjang dan jabatan akademiknya. Rata-rata tunjangan fungsional yang diterima dosen sebesar Rp 750 ribu per bulan. Hingga saat ini terdapat setidaknya 31 ribu dosen yang masih berpendidikan sarjana. Padahal berdasarkan UU Guru dan Dosen, minimal pendidikan dosen adalah pascasarjana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s