Guru Honorer Tuntut Upah Sesuai UMK

Kompas, halaman 23

Berperan mencerdaskan kehidupan bangsa, guru honorer masih diupah sangat murah. Banyak di antara mereka digaji di bawah Rp 500.000 per bulan. Karena itu, mereka menuntut perbaikan kesejahteraan, salah satunya gaji sesuai standar upah minimum kabupaten/kota.

Tuntutan itu disampaikan lebih dari 1.000 guru honorer di Jawa Barat saat berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/10). Selain guru, unjuk rasa diikuti pegawai honorer lain, seperti pegawai administrasi sekolah dan satuan polisi pamong praja.

Selain menuntut standarisasi gaji sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK), guru honorer meminta tunjungan insentif, baik dari pemerintah pusat, provinisi, maupun kabupaten/kota. Jika disesuaikan dengan UMK, penghasilan guru honorer akan bertambah. UMK di 27 kabupaten/kota Jabar bervariasi mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 3,3 juta.

Cecep Kurniadi, coordinator lapangan unjuk rasa, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali bertemu dengan pemerintah kabupaten/kota di Jabar, unutk membicarakan hal itu. Namun, karena tak kunjung mendapat kepastian, mereka menyampaikan aspirasi tersebut ke Pemprov Jabar.

Asisten Administrasi Seketariat Daerah Jabar Muhammad Solihin tak menampik jika masih ada guru honorer yang digaji dibawah Rp 500.000 per bulan. Namun, pihaknya tak bisa mengakomodasi semua tuntutan itu. Sebab untuk guru SD dan SMP adalah kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Sedangkan untuk SMA, rencananya tahun depan baru akan dikelola oleh provinsi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s