Kemenristekdikti Akan Hentikan Tunjangan Dosen yang Belum S-2

Suara Pembaruan, halaman 16

Berdasarkan data Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) 2016, Indonesia masih memiliki 31.000 dosen yang belum berijazah S-2. Mereka terdiri atas 5.000 dosen perguruan tinggi (PT) negeri dan 26.000 dari swasta (PTS).

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi, Kemenristek Dikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, untuk meningkatkan mutu PT, pemerintah akan memberhentikan tunjangan fungsional bagi dosen yang belum memenuhi persyaratan Undang-Undang Guru dan Dosen yang mensyaratkan dosen minimal berijazah S-2.

Para dosen yang diberhentikan dari tunjang fungsional tersebut secara otomatis tidak dapat menjadi dosen dan akan dialihfungsikan menjadi tenaga kependidikan lainya, seperti pustakawan atau petugas laboratorium. Selanjutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Ghufron akan memberikan beasiswa untuk para dosen menyelesaikan S-2. Sehinga, para dosen yang dialihfungsikan tersebut ketika sudah memenuhi persyaratan dapat kembali menjadi dosen.

Ghufron menambahkan, selain pemberian beasiswa, untuk mengatasi kekurangan dosen, Kemendikbud akan menemui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) untuk membahas kuota pegawai negeri sipil (PNS) khusus dosen. Karena, pada 2017 akan ada 10.000 dosen yang pension.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s